oleh

Kemenkes Ri Gandeng Komisi IX DPR RI Gelar Advokasi dan Mensosialisasikan Soal Penyakit Kusta

Kota Tangerang, Kicaunews.com – Kementrian Kesehatan RI melalui Direktorat pencegahan dan pengendalian penyakit  menular langsung (P2PML ) kerjasama dengan mitra kerja anggota DPR RI Komisi IX Dra. Hj. Siti Masrifah. MA telah mengadakan acara Advokasi dan Sosialisasi Program P2PML melalui bidang Kegiatan “Eliminasi Kusta dan Eradikasi Franbusia” yang diadakan di GOR Taman Poris Gaga Batu Ceper Kota Tangerang, Senin (8/10/2018).

Acara ini dihadiri oleh Dinas kesehatan Provinsi Banten yang diwakili Ibu Neneng bidang program kusta, Bapak kepala Dinas kota Tangerang Diwakili Kabid P2P Dr. Indri Bevy. Narasumber pada acara tersebut dari Kemenkes RI bidang P2P Bapak Syswanda dan anggota DPR RI Komisi IX Dra. Hj. Siti Masrifah, MA.

Kegiatan ini di gelar untuk memberikan advokasi dan mensosialisasikan soal penyakit Kusta. Narasumber pertama Bapak Syswanda menyampaikan dalam paparannya  soal bagaimana penularan penyakit Kusta itu.

“Dimana penularannya penyakit ini salah satunya melalui pernafasan. Dia juga menyarankan  jika ada yang masyarakat yang terkena penyakit ini, maka harus secepatnya diobati.” Paparnya

Karena jika diketahui di awal maka bisa disembuhkan secara total asal pengobatannya dilakukan sampai tuntas. Adapaun jangka waktu penularan penyakit kusta itu antara 2 sampai 5 tahun. Karena itu nggak perlu takut sama orang yang terkena penyakit kusta. Tegasnya

Sementara itu, dari Dinas Kesehatan Tangerang menyampaikan bahwa di Kota Tangerang ada 100 orang yang terkena penyakit Kusta. Oleh karena itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenkes RI dan Anggota Komisi IX DPR RI Ibu Siti Masrifah yang sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat Kota Tangerang untuk ikut sosialisasi dan advokasi soal penyakit Kusta ini.

Sementara itu Siti Masrifah menyampaikan dalam paparannya bahwa Peran Fungsi Komisi IX DPR RI Dalam Pembangunan Kesehatan dimana anggaran kesehatan sebesar 5 persen dari total belanja APBN dan 10 persen dari APBD provinsi, kab/kota sesuai amanat UU 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Baca juga :  Jelang UNBK, Yuuk Intip Strategi SMK Hepweti Ciamis

“Selain itu dari data Epidemiologi mencatat dari seluruh dunia pada taun 1997 tercatat 888.340 pendetita yang berasal dari Asia Tengah kemudian menyebar kemesir, Eropa, Afrika dan Amerika. Sedangkan untuk Indonesia sendiri tercatat sebanyak 33.739 penderita, ini merupakan Negara ketiga terbanyak setelah India dan Brasil,” Terang Politisi PKB Dapil Banten III ini

Penyakit Kusta merupakan penyakit yang menular. Tetapi cara penularannya tidak mudah dan masa penularannya lama. Kita ketahui penyakit ini dapat menular dikarenakan adanya kontak langsung dengan penderita dalam jangka waktu yang lama.

“Penyakit ini bisa menimbulkan kecacatan pada penderita dikarenakan bakteri yang menyerang saraf penderita kusta. Dan penyakit ini juga bisa disembuhkan apabila ditembukan tanda-tanda kusta dan diobati sejak bini,” jelasnya

Penderita kusta banyak terdapat pada Negara berkembang atau negara miskin. Dengan kondisi lingkungan yang tidak bersih, fasilitas kebersihan yang tidak memadai dan gizi yang buruk sehingga menyebabkan daya tahan tubuh rendah dan rentan terhadap penyakit infeksi seperti kusta.

Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hindari kontak langsung dengan penderita kusta, memeriksakan diri apabila muncul tanda-tanda, bila ditemukan sejak dini maka penyakit kusta dapat disembuhkan sehingga tidak sampai menimbulkan kecacatan pada tubuh. Oleh karena itu cegah sebelum terlambat karena anda begitu berharga. Tandasnya

Turut hadir perwakilan puskesmas Se-Kota Tangerang, Ikatan Bidan Indonesia cabang Kota Tangerang, LSM Lentera Bangsa Kota Tangerang, Serta lapisan masyarakat sekitar Batu Ceper. Cipondoh. Dan Kunciran yang jumlahnya kurang lebih 300 peserta. (Red/Tris)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru