oleh

Mendagri Ingatkan Tim Pendampingan Harus Mandiri

Jakarta, Kicaunews.com – Mendagri Tjahjo Kumolo memberikan penekanan kepada anak buahnya yang diberangkatkan ke daerah bencana Palu dan Donggala sebagai Tim Pendampingan Kemendagri, untuk membantu dan memastikan jalannya pemerintahan setempat.

Hal tersebut diungkapkannya pada saat pelepasan Tim Pendampingan Kemendagri di depan Halaman Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (2/10/2018).

“Tim Pendampingan Kemendagri harus mandiri ketika bertugas di daerah bencana, jangan sampai membebani pemerintahan daerah setempat, jang pinjam kendaraan Pemda, jangan minta makan ke Pemda, Pak Eko Subowo (Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan) sudah punya data tempat kos-kostan dan Tim bisa sewa kos-kostan yang murah, ” ujarnya.

Lebih lanjut Tjahjo menuturkan bahwa kondisi logistik di daerah bencana cukup memprihatinkan, Ia mengutarakan pengalaman kunjungannya pada hari sabtu dan minggu (29 – 30/9/2018).

“untuk saat ini yang dibutuhkan adalah air putih dan kue kering, indomie atau beras harus dimasak listrik mati, BBM tidak ada, itu yang mudah untuk dikonsumsi, ” Tutur Tjahjo.

“Nanti Tim Pendampingan Kemendagri cek desa-desa juga harus jalan ada bantuan, disiapkan Ditjen Bina Pemdes setiap desa 50 juta, minimal buat bangun tenda, alat tulis atau ATK untuk administrasi pemerintahan di desa – desa, ” katanya.

Berkenaan dengan koordinasi dan penempatan personil Tim Pendampingan Kemendagri, Tjahjo mengungkapkan Setiap jam dirinya dan Sekjen Kemendagri memonitor, setiap minggunya anggota Tim Pendampingan Kemendagri bergantian bertugas, supaya tidak jenuh dibantu juga oleh Praja IPDN Makassar yang bisa ditempatkan 2 minggu di sana masa tanggap daruratnya bisa sampai 3 bulan.

“saya kira itu tugas kita bahwa yang terpenting memastikan pemerintahan tetap jalan melayani masyarakat, menampung informasi, menginventarisir, menghubungkan informasi penting dengan berkoordinasi dengan Satgas Bencana, ” tukas Tjahjo.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru