oleh

Tiem Vipers Polres Tangsel Berhasil Membekuk Tersangka Eksploitasi Anak modus Yayasan Pencari dana Amal

TANGSEL, KICAUNEWS.COM -Perdagangan orang berkedok meminta sumbangan kini menjadi modus baru dalam mengeksploitasi anak-anak. Tak hanya ruang publik, eksploitasi juga dilakukan di ruang privat yang tak terdeteksi aparat Kepolisian.

Dalam hal ini Satreskrim Team Vipers Polres Tangsel berhasil mengungkap dugaan Perkara Penganiayaan Secara psikis dan fisik terhadap anak dan atau Eksploitasi secara ekonomi dan atau memperlakukan Anak secara Disktiminatif yang mengakibatkan anak mengalami kerugian, baik material maupun moril sehingga menghambat Fungsi sosialnya dan atau penganiayaan dan atau penyekapan dan atau perbuatan tidak menyenangkan.

Dokumen dan amplop yayasan

Seperti yang di alami 3 ( tiga ) orang anak, 2 ( dua ) di antaranya yang masih berusia di bawah umur, SA alias I. (16 thn ), GP ( 16 thn) dan Dona Ardiana ( 21 thn) yang ketiganya merupakan warga Bogor. di Jalan. Tentara Pelajar.Rt.03/01 Kelurahan Parigi Baru.Kecanatan Pondok Aren Kota Tangerang Selatan ( Yayasan Khusnul Khotimah Indonesia).

Yang mana sepantasnya seseorang yang ber-status sebagai anak, apalagi masih di bawah umur seharus-nya mendapatkan perlindungan dari orang yang lebih dewasa.

Akan tetapi hal yang cukup miris terjadi, dimana anak anak menjadi obyek kekerasan ( yang juga tidak pantas bahkan diterima oleh Orang Dewasa seperti rambut dipotong secara paksa, pemukulan fisik serta perlakuan lain) dan ekploitasi

Apalagi perbuatan para pelaku berkedok pada Yayasan yang bergerak di bidang amal, yang juga memperkerjakan anak yang masih di bawah umur.

Berawal dari Laporan Orang Tua Korban, kemudian *Team Vipers* Polres Tangsel bergerak cepat melakukan Penyelidikan dan Penyidikan yang berujung pada diamankan nya 2 (dua) orang Tersangka
AR ( 32 ) tahun pemilik Dan penanggung jawab Yayasan KHUSNUL KHOTIMAH INDONESIA, DD ( 25 ) tahun pengurus Yayasan Serta Haeruddin ( 27 ) tahun teman Abdul Rojak yang masih ( DPO)

Baca juga :  Safari Dakwah Polres Tangsel di Mapolsek Kelapa Dua

Kapolres Tangerang Selatan AKBP. Ferdy Irawan Saragih.S.IK.SMI. yang di dampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel. AKP. A. Alexander, SH.S IK.MM. MSI.Kanit PPA. Iptu Sumiran. SH. kasubag Humas Polres Tangsel Iptu. Sugiyono yang turut di hadiri Sekretaris P2TP2A Kota Tangerang Selatan,Feb Amni Hayati serta Kabid DPM3KB.Irma Safitri, dalam *Press
Conference* Senin ( 24 / 9/ 2018 ) pukul 15.00 wib bertempat di Lobby Mako Polres Tangerang Selatan di hadapan awak Media menjelaskan” Yayasan Khusnul Khotimah Indonesia adalah yayasan yang betgerak di bidang amal dengan mencari dana guna kelangsungan keguatan yayasan berupa santunan terhadap anak yatim.

Korban 1dan 2 adalah mantan relawan di yayasan Khusnul Khotimah yang bertugas mencari sumbangan yang pada hari rabu ( 5/9/2018) di ketahui oleh dedi (yang sedang nge-drop para pencari sumbangan) sedang mencari sumbangan dengan mengatasnamakan yayasan tanpa seijin pengurus yayasan( korban 1 dan 2 sudah tidak menjadi bagian dari yayasan khusnul khotimah sejak pertengahan Juli 2018) di sebuah Retail Toserba jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Selanjutnya korban 1 dan 2 dibawah oleh ke yayasan khusnul khotimah dan di interogasi dan menerima perlakuan yang tidak layak ( siksaan).

Untuk kemudian keluarga korban 2 an Andi Krisnandi ( pelapor) mengetahui keberadaan dari saudara GP di yayasan khusnul khotinah Indonesia.

Pelapor kemudian bermaksud menjemput korban 2 ( GP) untuk di bawah pulang ke rumah akan terapi pihak yayasan” Abdul Rojak ( tersangka 1) mengharuskan keluarga untuk membayar sebesar Rp.18.000000 ( delapan belas Juta rupuah) agar korban 2 bisa kembali kerumah dan di dapati juga bahwa korban 2 adalah bukan satu-satunya anak yang menjadi korban yang berada di yayasan khusnul khotimah Indonesia tersebut.

Atas keadaan tersebut, pelapor mengadu ke Team Vipers Sat Reskrim Polres Tangerang Selatan untuk kemudian di lakukan upaya penegakan hukum.

Baca juga :  Patroli Brimob Polda Jabar Sambangi Petani Ladang untuk Mensosialisasikan Tentang Protokol Kesehatan

Atas perbuatan pelaku di kenakan pasal 77 Subsider pasal 80 Undang-Undang tentang perlindungan Anak dan atau pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana perdagangan Orang dan atau pasal 333 KUHPidana dan atau pasal 351 KUHPidana dan atau 335 KUHPidana Jo pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 Tahun pencara. ( tris )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru