oleh

Tiga Destinasi Pariwisata Prioritas Ini, Akan Disokong Bank Dunia

KICAUNEWS.COM – Tiga destinasi pariwisata Indonesia akan mendapat suntikan dana dari Bank Dunia. Suntikan dana berupa pinjaman itu rencananya akan cair pada Juni 2017 dengan nilai total USD200 juta (sekitar Rp2,67 triliun).

Suntikan dana akan digunakan untuk mengembangkan tiga dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.

Ketiga destinasi yang dimaksud adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

Sementara tujuh destinasi lainnya adalah Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Bromo, Wakatobi, Pulau Morotai, dan Labuan Bajo.

Suntikan dana dari Bank Dunia ini memang diperlukan. Sebab, untuk mengembangkan sepuluh destinasi tadi, dibutuhkan dana mencapai sekitar Rp200 triliun. Akan tetapi, dana yang bisa diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya Rp30 triliun.

Pinjaman Bank Dunia itu pun tergolong belum cukup jika harus memenuhi kebutuhan seluruh pengembangan pariwisata di sepuluh destinasi tadi.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, kekurangan dana sedapatnya dilakukan melalui penawaran kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta lainnya.

Di sisi lain, Arief menegaskan, suntikan dana yang diberikan Bank Dunia akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti pelebaran jalan, pembangunan daerah aliran sungai (DAS), dan pembangunan bandara.

Dalam lansiran beritagar, Arief mencontohkan, Bandara Silangit yang terdapat di Siborong-borong Tapanuli, Sumatera Utara pada tahun ini akan menjadi bandara internasional sehingga bisa mempercepat dan mempermudah akses wisatawan.

Apalagi, sebagian besar wisatawan asing datang dengan menggunakan moda transportasi udara.

Memang diakui Arief, Bank Dunia mensyaratkan adanya masterplan pengembangan pariwisata untuk pencairan dana pinjaman. Menurutnya, itu adalah hal yang wajar. Dari masterplan itu maka akan dibuat rencana infrastruktur.

Baca juga :  Sholat Berjamaah di Masjid Al Hidayah dapat Sepeda

Bank Dunia memberikan tenggat untuk penyelesaian masterplan sementara untuk rampung pada Juni 2017. “Karena suntikan dana akan mulai digunakan pada bulan Juli,” tegasnya.

Ruang lingkup masterplan yang dimaksud seperti rancangan pembangunan kawasan otoritas seperti di Danau Toba. Kawasan Otoritas Danau Toba memiliki luas 603 hektare.

Adapun pembentukan Badan Otoritas Danau Toba ditandai dengan Peraturan Presiden No 49 Tahun 2016. Kawasan Otoritas Danau Toba sendiri berlokasi di wilayah Ajibata, Toba Samosir.

Perlu dicatat, pada 2014 industri pariwisata Indonesia menyumbangkan pendapatan 9,5 persen dari total produk domestik bruto (PDB) atau sekitar Rp946,09 triliun, dan USD1,4 triliun nilai ekspor.

Akan tetapi, menurut Indeks Daya Saing Pariwisata Dunia, jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, kelayakan industri pariwisata masih jauh tertinggal dari negara lain.

Contohnya saja jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia jauh lebih sedikit dari jumlah wisatawan yang datang ke negara-negara tetangga.

Sepanjang 2014, jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia adalah 9 juta wisatawan, sementara Malaysia adalah 27,4 juta wisatawan, Singapura dengan 15,1 juta wisatawan, dan Thailand dengan 24,8 juta wisatawan.

Dari segi keamanan, Indonesia juga masuk ke posisi 83 negara teraman dikunjungi, jauh di bawah Malaysia yang berada di posisi 42. Posisi Indonesia paling terpuruk pada kategori kesehatan dan kebersihan dengan berada di peringkat 109, jauh dari Thailand di posisi 89 dan Malaysia di posisi 73. (beritagar/HM).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru