oleh

Media Asia Sentinel Beberkan Skandal Korupsi Bank Century, SBY Terlibat !

KICAUNEWS.COM – Media asing bernama Asia Sentinel menurunkan tulisan panjang mengenai konspirasi besar di zaman Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mencuri uang negara sebesar 12 miliar dollar dalam skandal Bank Century. Laporan Asia Sentinel, Selasa (11/9), menurunkan artikel berdasar hasil investigasi tentang konspirasi di balik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang akhirnya jatuh ke tangan J Trust.

Artikel ini ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Berdasarkan laporan investigasi setebal 488 halaman sebagai gugatan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius, pekan lalu. Artikel berjudul Indonesia’s SBY Government: ‘Vast Criminal Conspiracy’ itu mengungkap 30 pejabat Indonesia yang terlibat skema pencurian uang dan mencucinya di bank-bank mancanegara, termasuk beberapa bank di Indonesia.

Laporan hasil investigasi itu tak bisa dianggap main-main karena merujuk pada analisis forensik atas berbagai bukti yang kemudian dikompilasi oleh satuan tugas khusus investigator dan pengacara dari Indonesia, Inggris, Thailand, Singapura, Jepang serta negara-negara lainnya.

Laporan ini juga dilengkapi 80 halaman afidavit atau keterangan di bawah sumpah yang menyeret keterlibatan lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (UOB) Singapura dan lainnya.

Menurut hasil investigasi ini, Bank Century merupakan pintu untuk merampok uang negara. Diduga kuat ada rekayasa menetapkan Century sebagai bank gagal pada 2008.

Lebih jauh, Asia Sentinel bahkan menyebut Bank Century sebagai ‘Bank SBY’ karena lembaga keuangan hasil merger tiga bank itu diduga menyimpan dana gelap terkait Partai Demokrat (PD) pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Presiden RI kala itu. Bank Century lantas disuntik modal pada 2008 dan berubah nama menjadi Bank Mutiara setelah diakuisisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Baca juga :  Hari Ke-9, Polsek Sliyeg Polres Indramayu Bersama Forkopimcam Terus Lakukan Pemeriksaan di Check Point Dalam Pemberlakuan PSBB

Banyak penipuan yang diduga berputar di sekitar kegagalan Bank Century ini. Penipuan saat itu melibatkan penawaran hak cipta ¥ 97.682 miliar (989.1 juta dollar) oleh grup keuangan J Trust di Tokyo, yang memberi J Trust sumber daya untuk membeli Bank Century, yang kemudian diambilalih oleh pemerintah, direkapitalisasi setelah ratusan jutaan dolar dicuri, dan berganti nama menjadi Bank Mutiara pada tahun 2009.

Sumber penawaran hak-hak J Trust, di Bursa Saham Tokyo, tidak pernah diidentifikasi. Dana tersebut seharusnya digunakan oleh J Trust untuk membeli Bank Mutiara dari LPS pada tahun 2014.

Seperti yang dilaporkan Asia Sentinel, tidak ada bukti bahwa J Trust pernah membayar 366,67 juta dollar untuk membeli Bank Century. Catatan LPS menunjukkan bahwa J Trust benar-benar membayar hanya 6,8 persen dari jumlah itu, atau 24,14 juta dollar. Sisanya ditutupi melalui Bank Indonesia melalui surat promes pinjaman syariah melalui LPS. Pada 2015, menurut catatan LPS, perusahaan asuransi mencatatkan Rp 3,065 triliun (230,65 juta dollar) pada surat promes syariah menjadi nol.

Laporan Asia Sentinel menulis penjualan Bank Mutiara “secara konspirasi dieksekusi melalui perjanjian pembelian saham ilegal, swasta, dan tidak transparan” yang dirancang oleh Kartika Wirjoatmodjo, bankir terkemuka di Indonesia, yang sekarang menjabat Dirut Bank Mandiri.

Weston Capital International dalam gugatannya menyebut Kartika beserta pihak lain menjarah aset LPS dalam jumlah USD 1,05 miliar selama 10 tahun. “Dalam rangka memperkaya para kleptokrat dengan mengakali Indonesia serta kreditur prioritas, yakni para penggugat,” demikian tertulis di artikel laman berita yang berbasis di Hong Kong itu.

Weston selama lima tahun ini terus berupaya mengembalikan uangnya sebesar 620 juta dollar yang dicuri dalam kurun waktu 2008-2015. Perusahaan yang berbasis di Mauritius itu merasa dicurangi melalui penjualan Bank Mutiara oleh LPS yang tak transparan, disertai penggelapan dan pencucian uang.

Baca juga :  Masyarakat Indonesia di Himbau, Tetap Menjaga Kebersamaan Dalam Berbeda Pilihan

Total jenderal jumlah gugatan Weston beserta anak perusahannya atas kasus itu mencapai 1,24 miliar dollar atau sekitar Rp 18,3 triliun.

Asia Sentinel juga menulis tentang upaya Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dalam mengungkap skandal Bank Century ini. Dalam kasus ini mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya sudah menjadi tersangka. Sumber Asia Sentinel menyebut KPK juga sudah mendalami LPS dan Kartika namun diragukan mau menyelidiki keterlibatan SBY.

Menurut sumber Asia Sentinel tersebut, penyelidikan KPK terhadap Boediono bisa menjadi cerita lain. Wakil presiden pendamping SBY pada kurun waktu 2009-2014 itu merupakan gubernur Bank Indonesia saat kasus Century mengemuka.

Laporan investigasi yang ditulis Asia Sentinel ini juga menunjukkan ada kejahatan yang jauh lebih besar dari yang digambarkan sebelumnya. Asia Sentinel menyebut rekayasa itu sudah dimulai sejak awal pemerintahan SBY pada 2004 dengan pembentukan Bank Century sebagai hasil merger Bank Bank Pikko, Bank Danpac dan Bank CIC.

Selanjutnya, Bank Century menjadi gudang penyimpanan jutaan dolar uang yang dikendalikan SBY dan Partai Demokrat.

Menurut hasil investigasi yang ditulis Asia Sentinel, sebuah kelompok gabungan 30 pejabat teras di pemerintahan Indonesia telah bekerja sama selama 15 tahun untuk mencuri, melakukan pencucian uang dan menyembunyikannya hingga mencapai lebih dari 6 miliar dollar. Kejahatan itu dilakukan atas dasar perintah Presiden SBY dan Boediono. Bank Indonesia dan LPS diduga bertindak sebagai “penyamar dan rekan konspirator” sejak tahun 2003.

Laporan investigasi itu juga menyebut meskipun ada pencurian sekitar 36 miliar dollar oleh mantan presiden Soeharto selama 32 tahun berkuasa, namun skandal Bank Century ini merupakan “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”.

Bahkan, laporan investigasi itu juga menyatakan bahwa pencurian uang melalui Bank Century tersebut terjadi dalam lima fase yang berbeda, yang diawali dengan penyimpangan peraturan Bank Indonesia dan kegagalan untuk mengatur, tetapi kemudian pindah ke tahap yang berurutan, dengan LPS, BI, dan OJK terlibat dalam

Baca juga :  Skandal Korupsi Menghancurkan Sendi-Sendi Ekonomi

“penggelapan, pencurian, penipuan, penyuapan, penyembunyian, pencucian audit wajib dan pencucian uang” dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sumber Asia Sentinel menyebutkan saat ini pejabat Amerika Serikat mulai melihat transaksi dari Indonesia, terutama yang melewati Standard Chartered Bank (Singapura), Wells Fargo (NY), United Overseas Bank (Singapore) dan cabang Siprus FBME, dan Bank Tanzania terkenal yang ditutup oleh Financial Crimes Enforcement Network, atau FinCEN, unit Departemen Keuangan pada tahun 2014.

Penyelidik AS untuk Departemen Kehakiman yang saat ini menyelidiki korupsi atau pencucian uang mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam penjarahan negara yang didukung 1Malaysia Development Bhd (1MDB), juga meyakini uang dalam skandal Bank Century juga telah dicuci di berbagai bank atau lembaga keuangan lain. (Tagar/Ed. Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru