oleh

Caleg PBB Sikapi Soal #2019GantiPresiden Menurut Yusril

JAKARTA,KICAUNEWS.COM-Saat ini rasanya terlalu dipolitisir dan dibesar besarkan.Kita harus melihat dulu kemana kontek dan arah pembicaraan itu, sehingga tidak menjadi poliemik ditenga tengah masyarakat.

Kapasitas seperti Prof Yusril harus dapat kita bedakan beliau sebagai seorang Akademisi yang bergelar Prof dibidang Hukum Tata Negara dan DR dibidang Hukum, dengan kapasitas beliau sebagai seorang Ketua Umum Partai Bulan Bintang.

Konteks beliau sebagai seorang Pakar Hukum tentunya beliau akan menyatakan tentang persoalan persoalan dari sudut pandang Hukum yang sebenarnya. Karena Hukum itu bicara Hitam dan Putih, bicara benar atau salah. Hukum bukan ranah abu abu. Sehingga seorang YIM akan bicara apa adanya dan sebanar benarnya.

Persoalan apakah pernyataan beliau itu mau dijadikan rujukan atau tidak atau pernyataan itu tidak menjadi populis bagi beliau, itu tidak menjadi masalah. Karena bagi YIM kebenaran ya tetaplah kebenaran.

Yang menjadi persoalan adalah, ketika media mengait kaitkan pernyataan beliau dengan kapasitas beliau sebagai seorang Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang saat ini ratingnya sudah mulai merangkak naik. Media sengaja mohon maaf dengan tidak bermaksud menuduh, tetapi terindikasi sengaja mencari cari dan memunculkan berita berita yang membuat seolah olah YIM & PBB mendukung kelompok tertentu. Kalau boleh dibilang, dipaksakan untuk penggiringan opini mendukung Petahana.

Penggiringan ini tentu akan membahayakan bagi konstituence, Padahal sudah jelas diawal PBB lolos menjadi peserta pemilu, YIM dengan tegas Mengatakan Tidak akan mendukung Jokowi 2 Periode. Bahkan bila sampai Capres 1 pasangan dan pasangan itu adalah Jokowi, maka PBB akan memilih kotak kososng.

Pernyataan seorang YIM bukanlah pernyataan seperti para politis lain yang tidak konsisten dan komitmen. Pernyataan YIM adalah pernyataan seorang Ketua Umum Partai Islam, Tokoh Islam yang konsisiten menjalankan Politik Islam yaitu Satunya antara Ucapan dan Perbuatan. Jadi tidak mecla mencle seperti yang dicontohkan oleh politikus lainnya selama ini.
Oleh karenanya maksud dan pernyataan YIM mengenai taggar 2019 Ganti Presiden atau tanggar 2019tetapjokowi untuk saat ini sudah tidak relevan. Ya harus diganti dengan nama yang jelas dan konkrit. Bila diawal belum ada nama nama calon ya wajar wajar saja, tetapikan saat ini sudah ada 2 pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. YIM menyatakan seharusnya yang ditawarkan kepada masyarakat yaitu program program yang mendidik, jadi bukannya hanya sekedar taggar. Karena masyarakat itu butuh kejelasan dan pencerahan politik yang bisa mencerdaskan mereka.

Saya sendiri selaku Wasekjend Mabes LMP, yang juga Caleg DPRD DKI Dapil 7 Jakarta Selatan dari Partai Bulan Bintang tetap berkomitmen mendukung Prabowo Sandi. Walaupun dari Ormas dan Partai yang saya naungi belum memberikan rekomendasi kearah mana harus memberikan dukungan. Bagi saya persoalan mendukung Prabowo sandi adalah persoalan Hati dan Kemestri yang sudah terbangun. Saya sendiri ingin memberikan masukan kepada Timses terkait strategy Pemenangan dan memanfaatkan Jaringan Relawan dan Partai Politik Pendukung Prabowo Sandi. Ya Insha Allah jitu deh, tunggu saja tanggal mainnya.

Kembali ke topik persoalan diawal, saya berharap media bisa memahami dan cermat dalam menyampaiakan informasi dari nara sumber terutama YIM untuk disampaikan kepada masyarakat. Bagaimanapun media sangat kita butuhkan, namun bila berita yang disampaikan itu kurang pas tentu juga berisiko buruk bagi pembaca atau pihak lain yang memiliki keterkaitan didalamnya.

Semoga kita semua dapat memahami dan menjadikan semua pembelajaran, agar kedepannya bisa lebih baik ucap Burhan kepada redaksi kicaunews.com

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru