oleh

KH.Mustholimin Al Wiyani : Kharomah Surat Al Ashr

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah kembali menggelar pengajian rutin di Minggu ke dua tiap bulannya di Masjid Baiturrobi Palmerah Jakbar, Minggu (09/09/18).

Kegiatan dzikir dan ta’lim ini dikemas dengan acara pembacaan Qosidah Thowilliyyah oleh tim hadroh Masjid Baiturobbi, pembacaan surat al Waqiah, dzikir shalawat Rizqiyyah, tausiyah dan di akhiri acara bedah Aura.

KH.Mustholimin Al Wiyani dalam tausiyahnya membahas tentang Keutamaan Surat Al Ashr.

Makna surat Al Ashr bisa kita pelajari dengan baik jika anda mau, karena di dalam Al Qur’an sudah dijelaskan secara rinci mengenai hal tersebut. Alahkah baiknya sebagai hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa sebaiknya mempelajari serta mengamalkannya.

Di dalam surat Al Ashr di dalamnya terkandung pesan tersirat mengenai membebaskan diri dari hal – hal yang merugikan. Berikut firman Allah Swt, bisa anda simak di bawah ini :

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr)

Surat Al ‘Ashr ialah salah satu surat yang ada di dalam Al Qur’an yang sudah banyak dihafalkan oleh berbagai kaum muslim dengan alasan karena ayatnya pendek, simpel dan juga sangat mudah untuk dihafalkan.

Tetapi sayangnya, mengenai arti tersirat yang ada di dalamnya sangatlah sedikit di antara mereka kaum muslimin yang bisa mendapatkan makna serta memahaminya dengan baik. Walaupun surat termasuk dalam surat yang pendek, namun ternyata mempunya makna yang terkandung yang sangat dalam.

Oleh karena itulah Imam Asy Syafi’i rahimahullah akhirnya mengungkapkan pendapatnya :

”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/499)

Baca juga :  Majelis Dzikir Shalawat Rizqiyyah Bersikan Makam

Selanjutnya dari pendapat Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar.”

Berikut penjelasan mengenai makna yang terkandung di dalamnya :

1. Iman Yang Dilandasi Dengan Ilmu Pengetahuan

2. Mengamalkan Ilmu yang Kita Punyai dan Ketahui.

3. Berdakwah di Jalan yang Allah Ridhoi.

4. Banyak Bersabar Dalam Melakukan Proses Dakwah.

5. Mereka yang Beramal Sholeh

6. Mereka yang Saling Menasehati dan Mengingatkan Dalam Kebaikan.

7. Mereka yang Saling Menasehati Mengenai Kesabaran.

8. Sukses Pada Diri Sendiri dan Juga Untuk Orang Lain

9. Mengajarkan Tentang Keikhlasan

10. Mengikuti Ajaran Rasulullah Saw

Tris

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru