oleh

Gerakan #2019GantiPresiden Bukan Makar !

PENDAPAT, KICAUNEWS.COM – Melihat fenomena gerakan masyarakat tentang #2019GantiPresiden, bukan sesuatu yang bisa dikategorikan sebagai perbuatan makar.

Hastag gerakan #2019GantiPresiden ini, harus dilihat sebagai keinginan dan ide demokrasi yang tumbuh di kalangan masyarakat kita.

Kurang elok rasanya, bila gerakan berserikat dan berkumpul, yang telah dijamin dalam Undang-Undang (UU) tersebut, dibungkam dan juga dilarang-larang, apalagi bila sampai ada persekusi.

Hastag #2019GantiPresiden bukanlah gerakan makar. Dalam gerakan ini, tidak ada upaya bersenjata dan juga penggalangan massa untuk menyerang dan menguasai jantung kekuasaan pemerintah yang sah.

Saya melihat, hal ini sama halnya dengan ide dan slogan perubahan pada rezim orba (orba) yang pernah meledak terdahulu.

Sama halnya seperti slogan turunkan Soeharto, turunkan Gusdur, atau gerakan cabut mandat yang pernah terjadi diera kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Secara subtansi tagar #2019GantiPresiden ini sama saja seperti gerakan yang pernah terjadi, yang saya sebutkan diatas.

Bila dilihat secara mendalam, gerakan bertagar #2019GantiPresiden ini lebih kearah memainkan momentum 2019, yang akan digelarnya Pemilihan Umum (Pemilu) dengan mekanisme yang sah dan konstitusional.

Gagasan, ide, dan juga gerakan yang terjadi itu semestinya tidak harus dihalang-halangi dengan cara-cara yang terkesan kampungan.

Malah yang terpenting yang harus dilakukan oleh pendukung Jokowi adalah melahirkan cara-cara yang lebih cerdas, dan santun, agar bisa mendapatkan atensi publik.

Hal yang seharusnya dilakukan oleh pendukung Jokowi adalah memperlihatkan data dan fakta semua prestasi, dan kinerja pemerintah Jokowi.

Sebagai generasi yang lahir dari rahim reformasi, saya merasakan dan sangat menilai bahwa demokrasi ini sangat penting untuk kita jaga. Ide serta Public Sphare tidak boleh dibegal hanya karena motiv untuk berkuasa.

Cara-cara lama (Orba) yang dilakukan menggunakan tangan aparatatau state aparatus yang dengan sengaja membenturkan kelompok masyarakat dan main hakim sendiri, tidak dibenarkan. !

Artinya, saat ini cara oknum Pemerintah merespon gerakan #2019GantiPresiden menjadikan gerakan ini sebagai gerakan negatif bagi pemerintahan Jokowi.

Padahal, selama ini masyarakat menilai Presiden Jokowi lebih dikenal sebagai pribadi yang demokratis, santun dan juga beradab.

Disatu sisi, saya juga sangat menyesalkan dan sangat kecewa dengan ormas-ormas pendukung Jokowi, yang juga terlibat aktif membully dan sangat terkesan melakukan pembelaan pada tindakan buruk oknum aparat tersebut.

Sistem demokrasi ini adalah sistem yang mahal dalam perjuangannya. Para senior-senior kita terdahulu yang ikut berjuang sangat bersusah payah.

Oleh karena itu, kepada seluruh elemen masyarakat, terutama elite-elite politik sejatinya harus bisa memaknai dan menikmati proses dinamika dan dialektika yang saat ini berkembang di kalangan masyarakat.

Hal yang paling terpenting untuk dicatat adalah, segala dialektika dan narasi dalam gerakan #2019GantiPresiden bukanlah upaya untuk merusak tatanan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu, semua kalangan harus menjauhi semua agenda politik dan dinamika sosial kemasyarakatan yang di dasari pada sentimen suku, agama dan ras. Sebab keberagaman di Indonesia harus kita jaga dalam rangka menjaga persatuan Indonesia.

Haris Pertama
Penulis Adalah Ketua Umum DPP Garda NKRI, Saat ini Ia juga aktif di Pengurus DPP KNPI.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru