oleh

Kosmetik Ilegal Marak Beredar, Komisi IX dan BPOM Himbau Cerdas Memilih Produk 

KICAUNEWS.COM – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Siti Masrifah, MA melakukan sosialisasi kepada Ratusan Masyarakat di Aula Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sosialisasi tersebut bertujuan Memberdayakan Masyarakat melalui Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan yang bertemakan “Cerdas Menggunakan Kosmetik Yang Aman, Bermutu dan Bermanfaat”, Oleh Direktorat Pengawasan Kosmetik.

Kegiatan Tersebut dihadiri sebagai narasumber Drs. Arustiyono, Apt, MPH (Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM Pusat), Anggota Komisi IX DPR RI F-PKB Dra. Hj. Siti Masrifah, MA, Kasie Pengawasan BPOM Nelvya Roza, serta Ratusan Masrayakat Kecamatan Serpong Utara, Sabtu (1/9/2019).

Dari terbongkarnya gudang penyimpanan berbagai jenis kosmetika dan obat-obatan ilegal senilai Rp. 40 miliar di kawasan pergudangan di Balaraja oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Serang beberapa waktu yang lalu mengindikasikan peredaran produk berbahaya bagi kesehatan itu marak di pasaran.

Sebelumnya, BPOM juga menggerebek sebuah cluster pemukiman yang dijadikan pabrik kosmetik ilegal di Cisauk pada medio Mei lalu. Dari lokasi, diamankan beberapa truk produk kosmetika ilegal siap edar  merek Pepaya serta merek lainnya yang biasa beredar di pasaran. Dalam penggerebekan itu turut disita mesin, bahan baku serta diperiksa beberapa karyawan serta pihak yang bertanggung jawab atas pabrik ilegal itu.

Dalam Pemaparannya Dra. Hj. Siti Masrifah, MA menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo dalam Nawacita ke-5 telah menggariskan tekad untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Kwalitas hidup masyarakat ada tiga yang utama, pertama persoalan perut ini berhubungan dengan ekonomi masyarakar, kedua soal pendidikan atau Sumber Daya Manusia dan ketiga kesehatan. Dalam segmen kesehatan salah satunya adalah pengawasan obat, kosmetik dan makanan.

Baca juga :  Resiko Kematian Bayi Meningkat, Aturan BPJS Kesehatan di Kritisi Anggota Komisi IX DPR RI

sosialisasi ini agar masyarakat mewaspadai beredarnya obat dan makanan yang berbahaya. Dimana saat ini masih didapati kosmetika yang kurang mutu dan keamanan, kosmetika yang mengandung bahan berbahaya, dan kosmetika dengan izin fiktif, juga persyaratan label tidak sesuai undang-undang. Karenanya pihaknya pun akan terus meningkatkan kewenangan BPOM dengan sedang digodoknya rancangan undang-undang terkait hal itu.

“Badan POM harus ditingkatkan kewenangannya, kami sedang menggodok undang-undangnya, semoga berjalan lancar,” ucapnya.

Bukan hanya itu pentingnya kerjasama dengan masyarakat dalam melakukan pengawasan kosmetika ilegal yang mengandung bahan berbahaya. Produk-produk itu kemungkinan masuk ke Indonesia dan dikonsumsi oleh kita. Tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan produk impor yang tidak terdaftar di BPOM, karena dikatakan Masrifah, ada perbedaan kebijakan antara di Indonesia dengan beberapa negara lain, misalnya dalam penggunaan bahan kimia obat. Di Indonesia, BKO dilarang dicampurkan ke produk obat tradisional, namun di negara lain justru diperbolehkan.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat meningkat tentang keamanan kosmetik sehingga mampu memilih kosmetika yang aman digunakan.

Karenanya, ia berpesan kepada ratusan peserta yang hadir untuk selektif memilih produk obat maupun kosmetik, serta pengetahuan yang didapatkan melalui kegiatan itu dapat diteruskan kepada warga lainnya.

Untuk diketahui, beberapa bahan berbahaya yang sering dijumpai pada kosmetik ilegal diantaranta merkuri dan hidrokinon yang biasa didapatkan pada produk pemutih, anti jerawat. Biasanya efeknya instan dan cepat, namun dapat menyebabkan iritasi kulit, kanker, bintik kehitaman dan gangguan janin.

Bahan berbahaya lainnya yaitu rhodamin B, jingga K1, metanil yellow, merah K3, dan merah K1. Biasa dijumpai pada produk kosmetik dekoratif, seperti blush on, eyeshadow, lipstik, pewarna kuku. Keempat bahan berbahaya ini dapat mengakibatkan iritasi kulit, memicu kanker, gangguan pencernaan dan fungsi hati.

Baca juga :  Mengenal Dekat Srikandi PKB Siti Masrifah Dapil Tangerang Raya

Dua jenis bahan berbahaya lainnya yakni asam retinoat yang juga sering dijumpai pada produk anti jerawat yang dapat mengakibatkan iritasi kulit, alergi, bintik hitam, memicu kanker dan gangguan pada janin. Serta metanol diatas lima persen yang sering digunakan pada produk parfum. Penggunaan metanol berlebihan dapat mengakibatkan gangguan sistem saraf, gatal dan iritasi. (Red)

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru