banner 728x250

Sikapi Bullying, Polsek Pondok Aren Ikut Talk Show

  • Bagikan
banner 468x60

KICAUNEWS.COM – Meskipun tidak ada peraturan mewajibkan sekolah harus memiliki kebijakan program anti bullying, tapi dalam undang-undang perlindungan anak No.23 Tahun 2002 pasal 54 dinyatakan, anak dilingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah.

Hal ini, dibahas dalam kegiatan Talk Show dengan tema ‘Menyikapi Bullying Di Sekolah Dari Sisi Physicologis Ahlaq dan jerat Hukum’ dihadiri sejumlah guru yang digelar di Aula Mesjid Bani Umar, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Selasa (28/08-2018).

banner 336x280

Menurut narasumber dr.Dewi K. Utama, Sp.A, dari Pediatric Therapy Clinic menjelaskan, ‘Bullying’ berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya ‘ancaman’ yang dilakukan seseorang terhadap orang lain, umumnya dilakukan kepada yang lemah sehingga menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya, biasanya banyak terjadi dilingkungan sekolah.

“Contoh tindakan yang termasuk kategory bullying; pelaku baik individual maupun group secara sengaja menyakiti atau mengancam korban dengan cara menyisihkan seseorang dari pergaulan, menyebarkan gosip, membuat julukan yang bersifat ejekan, mengintimidasi atau mengancam korban, melukai secara fisik dan melakukan pemalakan, “ungkapnya

Bullying kata Dewi sangat menyakitkan bagi si korban. Tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying, yang berdampak negatif bagi perkembangan karakter anak, baik bagi si korban maupun pelaku. Dalam menangani masalah bullying sangat penting untuk diselesaikan secepat mungkin sebelum menimbulkan dampak serius terhadap perkembangan pribadi dan pendidikan siswa.

“Tidak menutup kemungkinan pihak berwajib terpaksa dilibatkan sebagai upaya terakhir.karena dapat menimbulkan dampat sangat merugikan terhadap korban. Cara lain gagal atau tidak tepat karena masalahnya serius sehingga dengan melaporkan kepada polisi diharapkan kasus bullying tidak akan terjadi lagi, “kata Dewi

Baca juga :  Tingkatkan Silaturahmi, Muspika Pondok Aren Sambangi Padepokan Sangiang Putih

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Pondok Aren Kompol Yudho Huntoro Sik.Mik menjelaskan, dalam penanganan kasus ‘bullying’ Polisi biasanya melibatkan psikolog yang akan mendampingi korban dan para saksi yang masih di bawah umur dan ditangani oleh unit Perlindungan anak dan perempuan (PPA), diproses berdasarkan undang-undang perlindungan anak.

“Pelaku bullying terhadap anak dapat dipidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, “jelasnya

Dalam undang-undang tersebut Yudho menuturkan bahwa, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta.

Undang-undang perlindungan anak, kata dia, biasanya Polisi akan mengupayakan penyelesaian kasus tersebut melalui jalur mediasi antar orang tua/keluarga dalam setiap kasus bullying, terkecuali kejahatan/pidana berat.

“Kalau tidak bisa (dimediasi) dan tetap menginginkan kasus lanjut ya tentu penyidik akan memproses penyidikannya sampai di meja persidangan,” tegasnya.

Upaya yang dilakukan ditingkat Polsek kata Yudho diantaranya melalui kerjasama dengan pihak sekolah “Kami sering melaksanakan program Polisi sahabat anak dengan apel upacara dan cegah dini bilamana didapat anak – anak sekolah nongkrong diluar jam pelajaran, “pungkasnya.

Tris / abah

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *