oleh

Diskusi Budaya ” Mencari jejak budaya Parungpanjang ” menjadi budaya baru untuk Parungpanjang…

BOGOR, KICAUNEWS.COM – Minggu, 26 Agustus 2018 Komunitas Anak Bumi bekerja sama dengan Rumah hitam putih Class Acting, Komunitas Rumah cerdas Salimah, taman baca Komunitas kita Jagabaya dan Otonom seni dan budaya islam MUI Kabupaten Bogor menggelar acara Diskusi Budaya dengan tema Mencari jejak budaya Parungpanjang.

Acara yang dihadiri oleh seniman dan budayawan Parungpanjang, Akademisi dan aktivis serta pelajar ini berusaha menggali dan mencari akar budaya Parungpanjang untuk dikembangkan dan dilestarikan.

“Kita akan pertahankan budaya Parungpanjang yang baik dan akan kita perbaiki budaya yang belum sempurna. Dengan penilaian dapat bermanfaat untuk kehidupan masyarakat Parungpanjang kedepannya”, Ujar Ridwan Manantik pengelola rumah anak bumi sebagai tuan rumah penyelenggara diskusi tersebut.

Disisi lain TB. Ule Sulaeman. S pengelola Rumah hitam putih Class Acting berpendapat bahwa kegiatan ini digelar dalam upaya membenahi agenda berkesenian di Parungpanjang. Dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini Parungpanjang sedang menggeliat dengan berbagai kegiatan kesenian tanpa agenda yang teratur. Oleh karena itu pertemuan ini sekaligus mengagendakan kegiatan kesenian di Parungpanjang untuk satu tahun ke depan. Dan untuk menselaraskan kegiatan kesenian di Parungpanjang, maka perlu menggali dan mencari jejak budaya Parungpanjang.

Memang tidak mudah mencari apa dan bagaimana budaya Parungpanjang dimasa lalu, oleh karena itu Diskusi ini akan terus digelar dengan menghadirkan narasumber lain yang berkompeten berkaitan dengan budaya Parungpanjang di masa lalu. Tambah Ahmad Rosadi dari Komunitas Rumah cerdas Salimah yang bertindak sebagai Moderator dalam acara diskusi tersebut.

Berbeda dengan yang lain, Ahmad Suaedi S Pdi Ketua Otonom Seni dan Budaya Islam MUI Kabupaten Bogor berharap apapun budaya yang selama ini sudah melekat dan mendarahdaging di masyarakat Parungpanjang hendaknya terbungkus oleh nilai-nilai keagamaan sehingga budaya akan menyelamatkan kehidupan. Oleh sebab itu kita harus berani membuang budaya lama yang tidak baik, kemudian mengganti dengan budaya baru yang baik. Beliau juga berterima kasih kepada semua komunitas yang sudah menyelenggarakan acara diskusi ini sebagai budaya baru yang baik di Parungpanjang. Mudah-mudahan acara ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Parungpanjang di masa yang akan datang.

Baca juga :  Peresmian Perpustakaan Riset BPK, Ini Kata Bahrullah Akbar

Kita tunggu acara Diskusi selanjutnya dengan Narasumber lain yang lebih mengetahui lagi budaya Parungpanjang dimasa lalu. Dan kami akan terus bergerak untuk mengembangkan budaya baru Parungpanjang agar Parungpanjang lebih maju lagi dan dikenal banyak orang. Tuntas Ridwan Manantik. Salam Budaya !

Tris

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru