oleh

Dipercaya, Rama Gonzales Pimpin Upacara Kemerdekaan 

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Rama Gonzales merasa bangga bisa menjadi peminpin upacara pada saat Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 73. dilingkungan Pondok Pesantren Al-Quraniyyah, Jl.Pondok Asuhan, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Kot Tangerang Selatan, Jumat (17/08-2018).

Rama Gonzales bersama orang tuanya abah Ade Sambuaji

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA ) kelas XI ini mengaku, bukan perkara mudah menjadi pemimpin upacara. Ia sempat grogi berada di tengah ratusan peserta upacara.

Poto bersama dengan Pelatih dan Pimpinan Ponpes Al -Qur’aniyyah KH.Sobron Zayyan

“Sebelumnya saya deg-degan berhasil apa tidak ini berhasil apa tidak. Ternyata berhasil saya sangat bangga dan berterima kasih berkat dukungan para pembina, ” ucap Rama Gonzales yang dipanggil Ales

Anak kedua dari pasangan Abdul Rohman dan Ani Safitri ini berusaha menghilangkan rasa gugup dengan membayangkan saat latihan upacara. Dan sebelumnya minta do’a sama Ibu dan bapak.

“Sempat grogi juga tadi mau masuk lapangan, dan ada perbedaan ketika saya menjadi Komandan Pasukan Pengibar bendera (Paskibra) dalam HUT-RI Ke 72 tahun 2017. Untuk menghilangkan grogi bayangin saja waktu latihan dan berdo’a, “ujarnya.

Pembina upacara sekaligus sebagai ketua YPI Al -Qur’aniyyah KH.Sobron Zayyan menjelaskan, Keterlibatan seluruh santri sebagai pelaksana upacara bertujuan menanamkan rasa cinta kepada tanah air sejak dini, “Ini bentuk upaya kami menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Ini penting bagi anak-anak kami yang tumbuh dilingkungan Pondok Pesantren, ”ungkapnya

Dalam amanatnya pembina upacara menyampaikan, peristiwa tanggal 17 Agustus 1945 membuktikan kebesaran jiwa para ulama dan tokoh Islam dalam menyikapi persatuan dan kesatuan bangsa. Rangkaian panjang dari keterlibatan para ulama dalam berbagai perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah, sejarah mencatat, goresan tinta ulama memiliki andil signifikan dalam meraih kemerdekaan.

“Perjuangan mengusir penjajah, sering kali memadukan goresan tinta ulama dan kucuran darah syuhada. Penjajahan bukan soal politik dan ekonomi, tetapi juga masalah iman, Sebab, penjajah membawa misi “Gospel”, yakni menyebarkan agama mereka dan merusak keagamaan penduduk muslim, “tegasnya.

KH.Sobron Zayyan yang dipanggil akrab Abi Sobron meminta kepada seluruh santri, sebagai generasi penerus. Santri lulusan Al-Qur’aniyyah harus menjadi garda terdepan dalam mengisi kemerdekaan dalam bingkai NKRI. Karena sepanjang sejarah perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, peranan para ulama Islam sangat menonjol. Abah Ade)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru