oleh

Pemerintah dinilai Lambat Tetapkan Gempa NTB Jadi Bencana Nasional

Jakarta, Kicaunews.com – Ketua Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bidang Kebijakan Publik, Deni Setiadi, meminta pemerintah segera menetapkan status gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai bencana Nasional. Sebab, menurut Deni, gempa lombok sudah menelan korban ratusan jiwa, menyebabkan ribuan rumah dan fasilitas publik lainnya hancur.

Deni menjelaskan, pemerintah kehilangan rasa kemanusiannya. Sebab menurutnya, pemerintah terlihat lebih memprioritaskan untuk mempertahankan citra pariwisata, dibanding memaksimalkan penanganan korban bencana gempa Lombok.

“Ironis melihat pemerintah yang tidak punya hati dan nurani,” ujar Deni dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan, Selasa (21/08/2018).

Deni menanggapi pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang mengatakan Indonesia akan mengalami kerugian sangat besar apabila bencana alam di Lombok dinyatakan sebagai bencana nasional. Padahal, sudah jelas Kerugian materil maupun non materil akibat gempa. Warga yang terkena bencana mengalami trauma akibat harus kehilangan harta benda maupun sanak saudara.

“Kalau bencana nasional hanya sekedar istilah. untuk apa ada Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana?” tegas Deni.

Sementara itu Deni menilai Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi terlalu mementingkan egonya. seharusnya segera mendesak presiden karena perubahan status menjadi bencana nasional menjadi jelas payung hukum dalam penaganannya. seperti yang dilakukan DPRD NTB yang sudah mengeluarkan surat permohonan status bencana nasional kepada presiden.

“Terlihat jelas antara gubernur dan DPRD yang memiliki rasa kemanusiaan terhadap sesamanya.” tutup deni. (Awd)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru