oleh

Komisi IX DPR Tanggapi Fatwa MUI Tentang Vaksin MR

Jakarta, Kicaunews.com – Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa Nomor 33 Tahun 2018 tentang penggunaan vaksin measless dan rubella untuk imunisasi.

MUI menyatakan, pada dasarnya vaksin yang diimpor dari Serum Institute of India itu haram karena mengandung babi. Namun, penggunaannya saat ini dibolehkan karena keterpaksaan.

Menurut Komisi IX DPR RI Fraksi PKB Siti Masrifah Mengatakan Selama ini perdebatan penggunaan di Vaksin MR ini adalah soal kehalalannya. Sedangkan MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan sertifikat halal sudah menyampaikan fatwanya. Saya kira ini sudah menjawab polemik yang selama ini berkembang di masyarakat.

“Kan kalau fatwa sudah dikeluarkan selanjutnya terserah masyarakatnya. Kalau masih mau tetap pakai vaksin itu ada alasan kebolehannya. Kalau nggak mau karena merasa masih ada kandungan babinya, ya itu hak mereka. Yang jelas nggak ada lagi keraguan hukum jika memang harus divaksin MR setelah keluar fatwa MUI”. Terangnya saat dikonfirmasi via whatsApp, selasa (21/8/2018)

Ada tiga alasan kenapa MUI untuk sementara ini membolehkan penggunaan vaksin MR.

Pertama, adanya kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah). Kedua, belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ketiga, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi vaksin MR. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru