banner 728x250

Wakil Ketua BPK Puji Fast Track di Bandara Abdul Aziz Jeddah

  • Bagikan
banner 468x60

Kicaunews.com – Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar memuji pelaksanaan jalur cepat di Bandara King Abdulaziz. Ia juga terkesan dengan kondisi lengang di bandara tersebut. “Dulu sebelum-sebelumnya tak begini,” kata dia saat menengok bus yang mengangkut jamaah Indonesia ke Mekkah.

Sejumlah rombongan BPK datang. Mereka akan dibagi dua tim yang mengawasi kerja Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama. Mereka akan berada di Tanah Suci hingga 28 Agustus nanti.

banner 336x280

Di Bandara Jeddah, tim itu disambut Konjen RI di Jeddah Hery Saripudin dan Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat.

Bahrullah menerangkan, rombongan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tiba di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Senin (13/8/2018). “Setibanya di bandara, mereka langsung melakukan peninjauan proses kedatangan sejumlah di bandara tersebut, “ bebernya.

Proses kedatangan pertama yang ditinjau adalah kedatangan Kloter 58 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede di jalur fast track Gerbang A, Bandara Jeddah. Selepas itu, mereka juga menengok keberadaan klinik Kesehatan Haji Indonesia di Bandara Jeddah. “Soal kesehatan dan perjalanan memang jadi objek pantaun kita tiap tahun,” kata Bahrullah. (13/8/2018).

Ia mengatakan, ada peningkatan tahun ini dibandingkan tahun lalu soal pelayanan kesehatan. Tahun ini, peningkatannya adalah keberadaan klinik kesehatan Indonesia di Bandara King Abdulaziz. “Jadi memang lebih bagus sekarang,” tuturnya.

Kendati demikian, ia mengatakan akan terus melakukan pemantauan secara spesififk terkait pelayanan kesehatan tersebut.

Salah satu anggota BPK yang memantau dalam pelaksanaan haji, Harry Azhar Aziz juga mengatakan, masih ada rekomendasi BPK yang belum dijalankan perihal pelayanan kesehatan haji. Sebelumnya, BPK menginginkan pelayanan kesehatan masuk dalam sistem Kedutaan Besar RI di Arab Saudi sebagai atase.

Hal itu, menurutnya penting karena pelayanan kesehatan haji tak bisa dibatasi waktu tugas selama penyelenggaraan. Menurutnya, ada jamaah Indonesia yang telah berada di Tanah Suci sebelum dan sesudah waktu penugasan tim kesehatan di Tanah Suci.

Baca juga :  Dihadapan 10 Negara, BPK Ajarkan Cara Mengaudit Hutan

Harry Azhar agaknya tak menyinggung soal jamaah reguler karena seluruh jamaah reguler tiba di Tanah Suci selepas seluruh petugas tiba. Kendati demikian, menengok pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah jamaah yang masih memerlukan perawatan di rumah sakit Arab Saudi pada akhir masa kepulangan jamaah.

Ia juga mengatakan, BPK merekomendasikan perawatan kesehatan terpadu di Tanah Suci. “Sekarang belum terkomunikasikan. Sudah kita usulkan tahun lalu, tapi kayaknya masih agak panjang ceritanya,” kata Harry.

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Respon (1)

  1. Bravo buat BPK..dan pak prof.haji bahrullah .mba. Yg tlah memantau langsung kinerja dep.agama dlm hal platanan haji..smoga jamaah indoneaia kedepan akan slalu tercover dan teratasi permaslahan nya di makkah.amin…bravo dan salut for BPK ( khususon bg haji bahrul dr akhy iwan karang anyar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *