oleh

Renggut 1 Nyawa, Polres Tangsel Masih Mendalami ‘Terduga Pelaku’ Tawuran ?

KICAUNEWS.COM – Tawuran pelajar SMK Sasmita 1 dengan SMK Bipuri Serpong yang terjadi pada 31 Juli 2018 kemarin, mengakibatkan satu pelajar tewas, disabet pedang.

Saat ini masih pihak kepolisian melalui Polres Tangerang Selatan masih terus mendalami kasus tersebut, saat ini satu pelaku telah diamankan. Berdasarkan kabar yang beredar, pelajar yang tertusuk pedang tersebut, meninggal dunia.

Kapolres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Polisi Ferdi Irawan saat jumpa pers mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku berinisial (FF) 18 tahun. Pelaku saat ini masih duduk dibangku sekolah kelas 3 di SMK Bipuri.

“Setelah kejadian, terduga pelaku yang berinisial (FF) 18 tahun, sempat diajak oleh pamannya untuk bersembunyi di kediamannya di Lido Sukabumi setelah kejadian,” kata Ferdi saat jumpa pers.

Namun sayangnya, kata Ferdi, usaha yang mereka lakukan tercium pihak Kepolisan, dan pelaku diamankan Polres Tangerang Selatan pada 10 Agustus 2018 kemarin.

Sesudah pelaku diamankan, Polisi juga langsung meminta keterangan dari beberapa orang saksi sebanyak 20 orang. Dalam hal itu juga, Polisi mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya satu bilah Golok, satu seragam sekolah berwarna putih, dan satu buah kaos dalam yang dilumuri bercak darah.

Berdasarkan rumor yang beredar, terduga pelaku dalam aksinya melukai korban dengan cara menusuknya. Namun, hal itu pun dibantah Kapolres Tangerang Selatan. Menurut Ferdi, berdasarkan hasil penyidikan Polisi, terduga pelaku melukai korban dengan cara melemparkan pedang ke arah korban hingga terluka.

“Terduga telah mengakui kepada pihak penyidik kami, yang bersangkutan melakukan tindakan melukai korban yakni dengan cara melemparkan senjata tajam, kearah korban hingga mengenai wajah kiri dan menembus leher bukan dengan cara menusuk,” papar Ferdi.

Baca juga :  Dalam Rangka Mensosialisasikan Safety Driving dan Safety Riding Keamanan Kepala Pusat Pendidikan Lalu Lintas Mengunjungi Mapolres Tangerang Selatan

“Banyak rumor beredar bahwa, terduga pelaku dalam melakukan aksinya melukai Korban dengan cara menusukkan, itu tidak benar !” tegas Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdi.

Menurut keterangan Polres Tangerang Selatan, pelajar yang terlibat tawuran tersebut, saat ini telah di identifikasi. Para pelaku dari dua sekolah tersebut berjumlah sebanyak 16 orang.

Semuanya, kata Ferdi, terlihat dari rekaman video yang ada pada pihak kepolisian. “Untuk yang terlibat dalam tawuran itu, pihak kami telah identifikasi para terduga pelaku yang terlibat dari kedua sekolah menengah tingkat atas ini yang berjumlah ada 16 orang,” kata Ferdi.

Menurut Ferdi, yang menjadi pemicu terjadinya tawuran pelajar di dua sekolah itu, disebabkan karena pertikaian lama yang terjadi jauh sebelumnya. “Kami dapatkan tawuran ini terjadi karena hal tersebut dipicu dari efek pertikaian yang sebelumnya pernah terjadi jauh, sebelumnya,” pungkas Ferdi.

Terduga pelaku tawuran tersebut dijerat pasal 80 ayat 3 tentang perlindungan anak, pasal 30 KUHP Pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP, Pasal 351 ayat 3 KUHP.

Seperti diketahui, Jumpa Pers pengungkapan terduga pelaku tawuran pelajar itu dilakukan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdi Iriawan, Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP Alexander Yurikho, Kasubag Humas Tangerang Selatan, Iptu Sugiyono, Kapolsek Cisauk, AKP Fredy serta Perwakilan dari P2TP2A Kota Tangerang Selatan. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru