oleh

Fit and Proper Test Calon Komisioner Bawaslu Kota Se DKI Jakarta

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Sebanyak 56 peserta mengikiti Fit and Proper Test (FPT) calon Anggota Bawaslu Kabupaten/ Kota se Provinsi DKI Jakarta periode 2018-2023.

Dalam pelaksanaan FPT ini proses dan mekanisme penilaiannua disampaikan ke Bawaslu RI, proses pelaksanaan FPT ini di mulai pada tanggal 9-11Agustus 2018. Bertempat di Hotel Acacia,seluruh Anggota Bawaslu DKi lengkap dalam pelaksanaan FPT tersebut.

Menurut Puadi selaku Komisioner Bawaslu DKI format pelaksanaan FPT dibagi menjadi dua tahapan, pertama diskusi kelompok terfokus dengan metode semi structured group discussion (SSGD), kedua melakukan klarifikasi atas hasil test psikologi dan tes kesehatan serta masukan dan tanggapan masyarakat, ungkap Puadi Komisioner Bawaslu DKI.

Adapun kompetensi yang dinilai pada tahapan SSGD yaitu :
1. Wawasan
2. Pelibatan diri
3. Wibawa
4. Kerjasama
5. Objektivitas
6. Kecermatan

Peserta 56 orang ini terdiri dari 6 Kabupaten kota :
1. Jakarta barat 10 orang
2. Jakarta selatan 10 orang
3. Jakarta pusat 10 orang
4. Jakarta Timur 10 orang
5. Jakarta Utara 10 orang
6. Kepulauan seribu 6 orang

Fit and Proper Test adalah rangkaian proses yang berupaya memastikan calon pemimpin memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Itu sebabnya, rangkaian tes haruslah menggambarkan simulasi uji kompetensi yang paling mendekati situasi di lapangan.

Untuk melengkapinya sebaiknya juga ada tes potensi selain tes kompetensi. Tes potensi dimaksudkan untuk melihat karakter atau bakat apa yang terdapat dalam diri seseorang, sementara tes kompetensi menggambarkan apa yang sudah ada dalam diri mereka dan mucul sebagai perilaku.

Dari sisi metode pengukuran, yang terbaik adalah bila dilakukan dengan kombinasi beberapa alat ukur (multi-methods). Harapannya, kelemahan masing-masing alat tes dapat ditutupi oleh alat tes yang lain, dengan begitu assessor akan punya beberapa hasil yang dapat diperiksa silang.

Baca juga :  Operasi Gabungan Berhasil Amankan 8 Pasangan Mesum

Asessor juga harus terdiri dari beberapa orang (multi-assessors) agar faktor subjektivitas dapat ditekan sekecil mungkin. Materi tes yang digunakan juga sebaiknya disesuaikan dengan perusahaan (customized). Sebagai payungnya, penyelenggara tes tentunya haruslah memiliki kredibilitas yang tinggi.

Tiga rumpun kompetensi yang paling sering menjadi persyaratan calon direksi adalah strategic thinking, managing shange (s), dan leadership yang jika digabungkan akan menjadi “Strategic Change Leader.” Sangat beralasan menjadikan ketiga kompetensi ini sebagai syarat utama.

Pelaksanaan FPT Bawaslu Kota Se DKI Jakarta sedang berjalan.

Semoga mendapat peserta yang sesuai dengan kompetensi yang baik, yang berintegritas dala. Penyelenggaraan pemilu 2019.

Sesuai tagline Bawaslu, bersama rakyat awasi pemilu, bersama bawaslu tegakan keadilan pemilu. ( A W )

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru