oleh

Agar Tidak Ada Persepsi Buruk di Masyarakat, Pemkab Tangerang di Minta Lakukan Tes Urine Seluruh Kades

TANGERANG, KICAUNEWS.COM –Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten diminta segera melakukkan tes urine bagi kepala desa agar tidak ada persepsi buruk di hadapan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Dalam rangka meluruskan adanya seorang kepala desa yang tertangkap di rumahnya karena menyimpan dan menggunakan sabu, alangkah bagusnya Pemkab Tangerang melalui Dinas Pemdes atau Pemberdayaan Aparatur Desa bersama BNN melakukan tes urine kepada seluruh Kades di Kabupaten Tangerang,” tegas aktivis Tangerang, Mohamad Jembar, Jumat malam 3 Agustus 2018.

Hal itu ditegaskan Jembar berkaitan dengan tertangkapnya Kades Cijeruk, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang yang berinisal SS (53) oleh Polda Banten, lantaran kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat 1,6 gram, 1 Agustus lalu.

Menurut Jembar tes urine diperlukan agar para Kades yang tidak mengkomsumsi narkoba jenis sabu dan lainnya tidak dijustifikasi negatif oleh masyarakat.

“Ini semua bagian dari pembelajaran bagi para Kades agar selalu menjaga nama baik dan melaksanakan tugas penuh tanggung jawab dunia akherat. Serta memberikan contoh kepada masyarakatnya agar tidak main-main dengan narkoba,” ujar Jembar.

Dikatakannya, dengan besarnya alokasi dana desa (ADD) merupakan amanah yang wajib dijalankan dengan baik dan jujur. Bukan direkayasa dan digunakan asal-asalan terhadap amanah UU Desa.

“Masyarakat menanti bukti agar para Kades benar-benar sayang terhadap rakyatnya atau masyarakatnya. Bukan mencontohkan tidak terpuji kepada masyarakatnya,” terang Jembar.

Mohamad Jembar sangat menyesalkan atas kejadian yang menimpa kepada Kades Cijeruk. Belum lama menjabat tapi telah menodai citra Kades lainnya. Untuk membuktikan Kades/lurah sekabupaten Tangerang tidak mengkonsumsi narkoba sekali lagi ia minta agar dilakukan tes urine.

Direktur Eksekutif LBH Situmeang, Anri Saputra Situmeang SH menegaskan dengan tertangkapnya oknum kepala desa di Desa Cijeruknyang berinisal SS (53) oleh Polda Banten, lantaran kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat 1,6 gram, seluruh kepala desa atau seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Tangerang untuk bersama-sama melawan narkoba dengan cara sosialisasi khususnya tidak mengkonsumsi narkoba.

Baca juga :  Syarat PKS Usung Prabowo di Pilpres 2019, Cawapres Harus Kadernya

“Karena narkoba bukan hanya meracuni kalangan anak muda, tetapi meracuni mental aparat birokrasi. Sebab kejahatan narkoba sebagai kejahatan luar biasa “extra ordinery crime” yang harus bersama-sama kita perangi,” ungkap Anri Saputra Situmeang SH, praktisi hukum muda ini.

Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Harnowo menjelaskan, SS ditangkap jajaran Polda Banten di rumahnya tanggal 1 Agustus 2018. Setelah digeledah ditemukan barang bukti sabu seberat 1,6 gram.

Saat diamankan, pelaku sedang menghisap sabu di dalam kamar pribadi rumahnya. Setelah digeledah, plastik bening berisikan sabu disembunyikan di saku bajunya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti satu buah alat hisap, 1 paket plastik berisikan sabu seberat 1,6 gram.

“Sudah kita bawa (oknum kades) ke Polda guna proses pemeriksaan dan pengembangan siapa pemasoknya,” jelas Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombes Pol Yohanes Harnowo.

Akibat perbuatannya SS dikenakan juga Pasal 112, 132 ayat 1 undang-undamg RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara 20 tahun.

Sb : Tangerang satu

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru