oleh

Diskusi Mahasiswa Papua Dibubarkan, Setara Institute: Aparat Langgar Hak Berserikat

 

KICAUNEWS.COM – Aktivis Setara Institute Achmad Fanani Rosyidi menilai, saat ini pemerintah masih memproduksi politik diskriminasi, terutama terhadap orang asli Papua. Pernyataan itu disampaikan Fanani, menyusul adanya pengepungan Asrama Mahasiswa Papua, selitar pukul 20.00 WIB oleh TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja di Jl. Kalasan No 10, Surabaya.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa Pemerintah masih memproduksi politik diskriminasi terhadap orang asli papua. Orang papua yg berkumpul selalu di stigma separatis oleh pemerintah.” Kata Fanani, Sabtu (07/07) dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.

Padahal menurut Fanani, aspirasi orang papua bukan melulu soal pemisahan tapi juga soal keadilan bagi rakyat papua. “Namun aspirasi orang papua selalu saja direspon secara represif oleh aparat keamanan,” tegas Fanani.

Seperti diketahui, sebanyak 20 mahasiswa Papua melakukan diskusi tentang 20 tahun biak berdarah. Dalam konteks ini, sambung Fanani, aparat keamanan terlalu berebihan merespon aktivitas dan membatasi kebebasan berekspresi berserikat orang Papua.

Seperti diketahui, dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, telah diaturan soal kebebasan berekspresi dan berserikat, pasal 28, ayat 1. Dalam merespon hal tersebut, Fanani menegaskan, Setara Institute menuntut agar, aparat keamanan segera menghentukan tindangan berlebihan tersebut.

“Setara institute menuntut agar aparat keamanan segera menghentikan tindakan pengepungan berlebihan ini, menghargai kebebasan berserikat orang papua dan Pemerintah segera menghentikan poltik diskriminasi orang papua.” tegas Fanani. (Haji Merah).

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru