oleh

Ribuan Umat Islam Menghadiri HAUL WALIYULLAH AL-HABIB SHOLEH bin Muhsin AlHamid-TANGGUL Ke 42

 

JAKARTA, KICAUNEWS.COM -Ahad,01 Juli 2018 Menjadi momentum bagi Umat Islam ,karena ada acara Haul Hb Sholeh Tanggul,Jember .

Acara Tahunan ini rutin di lakukan pada hari Ahad,Dua pekan Setelah Idul Fitri , dan untuk tahun ini bertepatan pada tanggal 01 Juli 2018.

Ribuan Umat Islam bukan hanya dari penduduk setempat daerah Jember,tetapi dari daerah lain juga ada,bahkan dari Luar negeri.

Acara Haul ini di mulai pada hari hari Sabtu malam tanggal 30 Juni 2018 , sebelum acara haul pada Ahad pagi di gelar acara Rouhah di Masjid Riyadush Sholihin dan sekitar makam Hb Sholeh Tanggul,kaum muslimin dan muslimat pun tumpah ruah ikuti acara tersebut .

Berikut secuil kisah dari Shahibul Haul Al-Imam Al-Arif Billah Al-Quthub Al-Habib Sholeh bin Muchsin Al-Hamid RA

Beliau Habib Sholeh RA adalah paduan lautan karomah, lautan wilayah, lautan asror, lautan anwar, lautan syariah, lautan haqiqoh dan lautan makrifah.
Quthbul Ghouts, Ahluddark, Sohibul Waqt dan Fariidu Zamanihi.

Kewalian Beliau RA terang benderang seperti matahari di siang hari, disaksikan kalangan khos maupun kalangan awam.

Para habaib, para ulama, sholihin, pejabat, orang kaya, orang miskin, artis, rakyat jelata, yatim piatu, kaum fakir semua datang kepada Beliau RA.

Hidupnya bertabur karomah dan akhlak yg mulia.Seluruh waktunya dihabiskan untuk berkhidmat kepada umat Rasulullah صلى الله عليه وسلمBeliau RA memiliki keterikatan hati yg besar kepada para salaf-leluhurnya, auliya min Bani Alawy.

Hingga Beliau RA pun diperhatikan secara khusus oleh mereka dari alam barzakh.

Ruh mereka silih berganti mendatangi beliau baik dalam keadaan terjaga ataupun dalam tidur Beliau RA.

Hingga ar Ruh as Syarif Fakhrul Wujud Sohibul Karomi wal Juud As Syeikh Abu Bakar bin Salim RA menemui Beliau RA yaqozotan meminumkan kepada beliau bahrul haqiqah/samudera hakikat hingga Beliau RA bergelimang cahaya meraih futuuhal arifin, terbuka segala hijab hissi dan maknawi.

Beliau RA menjadi kecintaan Rasulullah صلى الله عليه وسلم mahkotanya para Wali Allah dan kekasih hati orang-orang sholeh.

Beliau RA lautan kedermawanan yg tak bertepi, sumber keberkahan yg tidak pernah habis, pembuka pintu rahmat Allah Ta’ala, pengangkat bala’/musibah umat Rasulullah SAW,dan wasilah yg agung bagi terkabulnya hajat makhluk-makhluk Allah.

Habib Sholeh RA berasal dari Hadromaut.

Keturunan Al Imam As Syeikh Abu Bakar bin Salim RA yg ke-sepuluh.

Marga Beliau al Hamid berasal dari Al Imam Al Habib Hamid bin Syeikh Abu Bakar bin Salim RA.

Lahir tahun 1313 H dikota Korbah, ayahnya bernama Al Habib Muhsin bin Ahmad RA, seorang a’lim, a’bid, mukhlis dan wali yg dicintai masyarakat di daerah Wadi Amid.

Ibunya seorang ahli zuhud bernama Aisyah Ba Umar RA.

Habib Sholeh RA pertama kali melakukan rihlah da’wahnya ke Indonesia sekitar tahun 1921 M.

Awalnya tinggal di Lumajang kemudian pindah ke daerah Tanggul, Jember Jawa timur dan menetap di sana hingga wafat.

Keharuman nama Beliau RA tersebar hingga ke seluruh belahan bumi.

Manusia dari dalam maupun luar negeri berkunjung dan mendatangi Beliau RA.

Dari Amerika, Belanda, Afrika, Cina, Saudi Arabia, Singapura, Malasyia dan lain-lainnya.

Mereka datang untuk mendapatkan berkah, memohon doa-doanya, dan dengan mendekati beliau berharap mendapat hujanan rahmat dari Allah subhanahu سبحانه وتعالى.

Banyak orang2 yg datang kepada Beliau RA telah dikasyaf oleh Beliau RA sehingga mereka mendapatkan jawaban/pertolongan dari beliau sebelum mereka mengutarakan masalahnya.

Dan tiada seorang pun bertawassul / bertawajjuh kepada Beliau RA melainkan selalu tercapai segala hajat dan mendapatkan apa yang diinginkannya berkat tingginya maqom beliau di sisi Allah Ta’ala.

Para wali yg hidup sezaman dengan Beliau RA menyaksikan tingginya kedudukan beliau. Al Quthb Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf RA (Jeddah) ketika sedang berkunjung ke Indonesia dan betemu Habib Sholeh RA berkata, “Sesungguhnya Habib Sholeh ini adalah seorang habib yang sangat agung kedudukannya dan amat tinggi martabatnya, beruntunglah kalian bersama dengannya.
Sesungguhnya walaupun beliau berada di tengah-tengah kalian dengan jasadnya yang dzohir tapi sebenarnya beliau tidak bersama dengan kalian karena hatinya telah terikat dengan tali cinta pada Tuhannya dan telah tertambat pada pintu Arasy-Nya”.

Baca juga :  Puluhan personel Polres Ciamis Giat Apel Persiapan Pilkada Pangandaran Dengan Tetap Laksanakan Prokes dan 3M

Habib Ja’far RA berkata kepada Habib Sholeh, “Telah datang kepadamu sesuatu yang wahbiy (Pemberian langsung dari Allah Ta’ala) bukan kasbiy (Seuatu yang dicapai dengan usaha)”

Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi RA (Kwitang) berkata bahwa Beliau RA tidaklah berucap dan tidak berbuat sesuatu kecuali atas izin Habib Sholeh RA,

Habib Ali RA memuji, “Wahai Habib Sholeh engkau adalah orang yang doanya selalu terkabul dan engkau sangat dicintai oleh Tuhanmu dan segala permohonanmu selalu dikabulkan.”

Habib Husain bin Hadi bin Salim Al Hamid RA, waliyullah asal Brani, Probolinggo, suatu hari bermimpi mengunjungi Habib Sholeh RA.

Ketika sampai di depan rumahnya Beliau RA mendengar seperti suara Habib Sholeh dari dalam Masjid, maka Beliau RA segera menuju ke Masjid dan ternyata Habib Sholeh RA berada di dalamnya dengan di dampingi oleh seseorang dengan wajah yang amat tampan dan memancarkan cahaya yang begitu sempurna.

Maka Habib Husain RA berkata dalam dirinya dengan penuh keyakinan bahwa orang tersebut pasti
Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Ketika Habib Husain RA berada di hadapan mereka maka Habib Sholeh RA memberi isyarat kepadanya agar menyalami orang yang di samping Beliau RA.

Ketika Habib Husain RA hendak menyalaminya, orang tersebut justru memberi isyarat agar Habib Husain RA menyalami Habib Sholeh RA terlebih dahulu.

Hal ini merupakan bukti yang cukup jelas akan keluhuran martabat Habib Sholeh RA yang telah mencapai tingkatan khalifah yg sempurna sebagai al Warits al Muhammadiy, pewaris kakek Beliau RA yang agung Nabi Muhammad SAW

Abah Guru Sekumpul RA mencintai dan memuliakan Habib Sholeh RA,
mengambil berkat dari Habib Sholeh RA dan memajang foto Habib Sholeh Ra dalam ukuran besar di ruang tamunya.

Abah Guru juga gemar melantunkan qosidah karangan Habib Sholeh RA, “Yahla baitinnabi yahlassofa wal munajah…bakhit man habbakum yadzfar bima qod tamannah…dst”.

Kata Abah Guru RA :

“Habib Sholeh Tanggul ibarat Al Imam As Syeikh Abu Bakar bin Salim RA-nya Indonesia.

Doa Habib Sholeh RA sangat mustajab, mendahului kilat yg menyambar.

Karomah yg diberikan Allah kepada Habib Sholeh RA menunjukkan bahwa Beliau RA hamba yg disayangi-Nya”

Habib Soleh RA melakukan uzlah (mengasingkan diri dari manusia) selama tiga tahun di dalam kamar kholwatnya.

Selama itu pula Beliau RA tidak menemui seorang manusia dan tidak seorang pun menemuinya.

Hingga suatu hari datanglah al Quthb al Adzim wal Ghouts al Kabir Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf RA menuju kediamannya dan memperkenankannya untuk keluar dari tempat kholwatnya.

Lalu Habib Abu Bakar RA mengajaknya ke Gresik dan menyuruh Beliau RA untuk mandi di jabiyah (kolam mandi khusus).

Kemudian atas perintah Rasulullah SAW, Al Habib Abu Bakar RA memakaikan jubah, imamah dan sorban hijaunya kepada Al Habib Sholeh RA sebagai pertanda Beliau RA telah mengemban maqom Quthbiyyah dan Ghoutsiyyah.

Diceritakan oleh seorang sahabat terdekat Beliau RA semasa hidupnya Almarhum Habib Muhamad Bin Hud Assegaf RA, bahwa ketika manusia berduyun-duyun datang kepada Habib SholehRA, Habib Sholeh RA berkata kepadanya:

“Wahai anakku ketika di dalam kholwat aku merasakan ketenangan batin dimana aku banyak membaca Al-Qur’an dan kitab Dalailul Khoirot yang berisi Sholawat dan salam kepada Sayyidis Sadat shallallahu alaihi wa sallam, aku juga bertemu dengan Rasullulah yang memancarkan sinar dari wajahnya yang mulia”

DIANTARA KAROMAH BELIAU RA

Ujar Habib Sholeh RA, “Du’a’i yasbiqul barq (doaku mendahului kilat yg menyambar)”

Dikisahkan, suatu waktu Beliau RA sedang berjalan bersama Habib Ali bin Abdurrahman bin Abdullah Al-Habsyi RA, Kwitang Jakarta, hendak berkunjung ke kediaman Habib Ali RA di Bungur.

Saat melintasi sebuah lapangan, Beliau RA melihat banyak sekali orang berkumpul untuk melakukan shalat Istisqa’ lantaran Jakarta saat itu dilanda kemarau panjang.

Habib Sholeh RA pun berkata, “Serahkan saja kepadaku, biar aku yang akan memohon hujan kepada Allah SWT”

Baca juga :  Komando Garnisun I/Jakarta Melaksanakan Lari Gembira Sepanjang 3 Km

Tak berselang lama setelah Habib Sholeh RA menengadahkan tangan ke langit, awan mendung datang dan hujan pun turun.

Ada orang kaya di Surabaya punya anak gagu (tak bisa bicara) sudah berobat ke Jepang, Singapura, dll, tetapi tidak sembuh-sembuh.

Namun orang ini dikenal benci kepada golongan habaib.

Karena sudah lelah mengobati anaknya tapi tak ada hasil, tiba-tiba kawannya menyarankan untuk mendatangi Habib Sholeh, mohon doa agar anaknya di berikan kesembuhan oleh Alloh SWT.

Di kediaman Habib Sholeh RA, sang bapak segera mengatakan hajatnya.

Kemudian Habib Sholeh RA berkata kepada anak tersebut, “Ya walad (hai anak laki-laki) tirulah suara ayam berkokok”.

Maka sang anak menirukan suara ayam berkokok.

Lalu Habib Sholeh RA berkata lagi :

“Ya walad tirulah suara ayam jago berkeruyuk”.

Anak itu meniru suara ayam berkeruyuk.

Seketika anak itu langsung bisa berbicara layaknya seperti anak kecil lainnya.

Betapa gembiranya sang ayah anaknya sembuh dengan Idzin
Allah سبحانه وتعالى
Berkat wasilah Habib Sholeh RA.

Sejak itu orang kaya yg tadinya benci dengan habaib ini, berubah total menjadi pecinta Habib Sholeh RA.

Abah Guru Sekumpul RA pernah mengisahkan, ketika Habib Sholeh RA beribadah haji, datanglah seorang Arab membawa salah satu keluarganya yg lumpuh.

Orang Arab itu minta didoakan oleh Habib Sholeh RA karena mengetahui keistimewaan Habib Sholeh RA dari teman2nya.

Maka kemanapun Habib Soleh RA berjalan selalu diikuti oleh orang Arab tsb.

Sampai2 hendak ke toilet pun diikuti dari belakang.

Karena yg demikian itu, maka Habib Sholeh RA mengangkat kedua tangannya mendoakan orang yg lumpuh tsb.

Dengan izin Allah orang yg lumpuh tsb langsung dapat bergerak dan berdiri layaknya orang normal.

Orang Arab itu pun bercucuran air matanya lalu memeluk Habib Sholeh RA.

Habib Muhammad bin Ahmad
Al Aydrus RA, ayah Habib Novel RA (Solo) pernah datang ke Tanggul Jember untuk meminta air berkah dari Habib Sholeh RA.

Air itu hendak digunakan untuk mengobati Syarifah Fatimah RA, kakak kandung Habib Muhammad RA yg sakit parah dan sudah berbulan-bulan tidak kunjung sembuh.

Ketika sampai di rumah Habib Sholeh RA, Habib Muhammad RA bertanya kepada tamu yg ada di sebelahnya.
“Sampean sudah sejak kapan datang kemari?”.

Tamu tsb menjawab “Sudah sejak tiga hari”.

“Wah kalau sampean yg sudah 3 hari saja belum ditemui apalagi saya”, kata Habib Muhammad RA.

Kemudian karena Habib Muhammad RA belum pernah bertemu Habib Soleh RA ia pun bertanya :

“Yang manakah Habib Sholeh itu?”

“Itu itu yg baru selesai mengambil air wudhu”, kata si tamu.
(sambil menunjuk Habib Sholeh RA).

Lalu Habib Muhammad RA menanyakan maksud kedatangan tamu di sebelahnya itu.

Kata si tamu, “Bulan depan kontrakan rumah saya sudah habis. Saya tak sanggup lagi membayar. Sudah mencari hutangan ke mana-mana tapi tak dapat sepeserpun.

Saya cari pekerjaan kesana kemari tapi tak ada hasil.
Maka saya ke sini untuk minta doa Habib Sholeh RA supaya dimudahkan segalanya oleh Allah dan dapat membayar kontrakan rumah saya”.

Tiba-tiba Habib Sholeh RA memanggil, “Ya Aydrus ta’al (kemarilah)!”.

Habib Muhammad al Aydrus RA seakan tidak percaya bahwa Habib Sholeh RA memanggilnya.

Habib Sholeh RA mengulangi lagi,
“Ya Aidrus ta’al !”

Maka bangkitlah Habib Muhammad RA menemui Habib Sholeh RA.

“Ini berikan kepada kakakmu”, kata Habib Sholeh RA sambil memberikan sebotol air yg telah didoakan.

“Insyaallah husnul khotimah”
kata Habib Sholeh Ra.

Hati Habib Muhammad RA langsung bertasbih memuji Allah, darimana Habib Sholeh RA tahu faamnya dan tahu maksud kedatangannya.

Dan dari isyarat Habib Sholeh RA ia tahu rupanya Allah menghendaki perjumpaan dengan As Syarifah Fatimah RA kakaknya Habib Muhammad RA pun mengucapkan terima kasih lalu kembali ke tempat duduknya.

Sejenak kemudian datanglah tamu seorang pejabat.

Menyerahkan uang dalam jumlah yg banyak dibungkus dalam karung besar.

Hadiah untuk Habib Sholeh karena hajat pejabat tadi telah berhasil sebab doa Habib Sholeh RA.

Baca juga :  Spesialis Pembobol Minimarket di Tangsel, Diamankan Polisi

Setelah menerima hadiah itu, Habib Sholeh RA lalu memanggil tamu di sebelah Habib Muhammad RA yg telah tiga hari belum ditemuinya.

“Ini untuk membayar kontrakan rumahmu”.

Uang sekarung itu pun Beliau RA berikan seluruhnya kepada si tamu.

Si tamu tercengang.

Hatinya bergetar mengingat Allah.

Sedikitpun ia belum menceritakan hajatnya tapi semuanya sudah diketahui oleh Habib Sholeh RA.

Ia lalu berterima kasih sambil tak kuasa menahan air matanya.

Di lain waktu, dikisahkan sendiri oleh Habib Sholeh RA, ketika Beliau RA Ibadah haji, di saat Beliau RA berada di Roudhoh Masjid Nabawi, tiba2 datang beberapa orang berpakaian askar kepada Beliau RA lalu mengajak beliau ziarah ke makam-makam para sahabat.

Sambil dijelaskan oleh askar tadi, ini makam sahabat ini…ini makam sahabat ini… Esoknya datang kembali para askar itu menemui Habib Sholeh RA, kembali mengajak beliau ziarah ke makam sahabat2 Nabi yg lain sambil mengatakan nama2 sahabat tsb.

Tiga hari berturut-turut hal itu terjadi.

Sampai akhirnya Beliau RA pun bertanya kepada para askar itu, “Kalian ini sebenarnya siapa?”

Para askar itu menjawab, “Engkau tidak perlu mengetahui siapa kami”.

Esoknya ternyata askar itu tidak datang lagi. Kata Habib Sholeh, RA “Hal ini disebabkan karena rasa keingintahuanku sehingga rijalul ghoib itu tidak datang lagi”

KEMULIAAN AKHLAK HABIB SHOLEH RA

Beliau RA adalah orang yang rendah hati dan tidak pernah merasa dirinya sebagai orang yang patut untuk diistimewakan, Makan Beliau RA sederhana, pakaian sederhana, tinggal di rumah sederhana yg terbuat dari bilik bambu.

Banyak habib, saudara, orang-orang kaya, datang kepadanya untuk merenovasi rumahnya, tapi beliau menolaknya dengan halus.

Kata Beliau RA, “Jangan diapa-apakan ! Biarkan saja, saya takut
Rasulullah صلى الله عليه وسلم
Tidak datang lagi ke tempat ini.

Saya setiap hari berjamaah shalat lima waktu dengan Rasulullah SAW di rumah ini. Jangan dibongkar rumah ini.”

Dalam kesehariannya, Beliau RA selalu melapangkan orang susah, membantu orang-orang yang dililit utang, membantu fakir miskin dan anak yatim, mempertemukan orang2 yg belum mendapatkan jodoh, mendamaikan orang2 yg berselisih.

Beliau RA sangat penyayang terhadap fakir miskin, para janda dan yatim piatu.

Beliau RA gemar mengurusi segala kebutuhan mereka.

Beliau RA memiliki kebiasaan setiap selesai sholat subuh pergi ke stasiun Tanggul lalu masuk gerbong KA untuk memberikan minuman hangat gratis kepada para penumpang.

Beliau RA juga gemar membagi-bagikan uang dan sembako kepada tetangga-tetangganya.

Beliau RA orang yang sangat dermawan.

Tidak pernah menolak seorang pun yang meminta-minta.

Seorang ulama mengatakan, seandainya Beliau RA tak memiliki apapun kecuali ruhnya, maka Beliau RA pun akan menyerahkanya kepada yang memintanya.

Beliau RA sangat tawadhu’.

Beliau RA senantiasa mendahului meminta ma’af kepada orang-orang disekitarnya, bahkan kepada putra-putra dan cucu- cucunya.

Beliau RA melayani dan memuliakan para tamunya.

Beliau RA tidak akan menyentuh hidangan sebelum tamunya mengambilnya terlebih dahulu.

Beliau RA menimba sendiri air dari sumur untuk keperluan mandi dan wudhu para tamunya.

IJAZAH BELIAU RA

Beliau RA mengijazahkan
Sholawat Mansub.

“Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad. Sholatan taghfiru bihadzunub, wa tuslihu bihal qulub, wa tantholiqu bihal usub wa talinu bihasshu’ub wa ala alihi wa sohbihi wa man ilaihi mansub”
(dibaca 11 kali setiap selesai sholat fardhu)

Siapapun yg istiqomah membacanya, akan diberikan kebahagiaan dunia akhirat, dimudahkan segala urusannya, dilembutkan hatinya, diberkahi anak turunnya, diberikan rizki yg tidak disangka-sangka, diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah, dan dimasukkan ke dalam golongan orang2 yg La khoufun alaihim wala hum yahzanun (tidak ada ketakutan lagi bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih hati).

Berkat membaca riwayat waliallah Al-Habib Sholeh RA, dan berkat pangkat Habib Sholeh RA di sisi Allah, semoga kita semua mendapat hujanan Rahmat Allah, semoga Allah memberikan kepada kita apa yg Di berikan kepada Habib Sholeh RA, dan semoga madad, barokah, asror, nafahat, anwar, dan nadzroh para Wali Allah selalu mengalir kepada kita. Aamiin ya Rabbal A’lamiin.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru