oleh

Kemendagri: Pendidikan Politik Pemilih Masih Kurang

Jakarta, Kicaunews.com – Terdapat dua calon kepala daerah berstatus tersangka unggul dalam versi hitung cepat KPU. Fenomena tersebut dinilai karena lemahnya pendidikan politik bagi sebagian pemilih.

“Ada pergeseran nilai yang ada di masyarakat, ini perjuangannya melalui pendidikan politik,” kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar dalam keterangan tertulis yang diterima Kicaunews.com, Minggu, (1/7/2018).

Bahtiar juga mengatakan, dalam hal pemberantasan korupsi pemahaman yang terjadi di masyarakat masih berbeda. Dia bilang, ada permisivisme dalam hal politik uang.

“Bahwa ini harus menjadi gerakan bersama bagaimana kita melakukan pendidikan politik secara bersama dan ini tidak mungkin dilakukan oleh penyelenggara sendiri, tapi juga pemerintah dan pemerintah daerah,” ujar Bahtiar.

Untuk diketahui, dua calon kepala daerah berstatus tersangka unggul dalam hitung cepat versi KPU. Cagub Maluku, Ahmad Hidayat Mus saat ini diketahui berstatus tersangka kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten.

Sementara, calon bupati (cabup) Tulungagung Syahri Mulyo terkait kasus dugaan suap pembangunan peningkatan jalan pada Dinas PUPR kabupaten Tulungagung.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru