oleh

Memasuki Masa Pencarian, Tim Relawan GMKI: Pemerintah Harus Perpanjang Masa Pencarian

KICAUNEWS.COM – Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelar di perairan Danau Toba, (18/06) lalu, telah menelan korban sebanyak 186 korban hilang, 18 orang selamat, dan 3 korban meninggal dunia.

Peristiwa tersebut mendapatkan banyak sorotan publik, salah satunya sorotan dari mahasiswa yang terhimpun dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia atau GMKI.

Pada 22 Juni 2018 kemarin, GMKI melalui Pengurus Pusat, memutuskan untuk membentuk Posko dan Tim Relawan. Hal itu dilakukan mahasiwa, selama proses pengangjatan kapal selesai dab operasi pencarian dihentikan.

Koordinator Logistik Posko GMKI, Yudhi Simorangkir mengatakan dalam keterangan tertulis, aktifitas sosial yang dilakukan oleh relawan GMKI, menyalurkan logistik kepada para korban.

“Selain aktifitas sosial, relawan GMKI juga menyalurkan 38 helai selimut, 40 helai tikar plastik kecil, 50 pasang kaos kaki, lima lusin pakaian dalam perempuan, dan tiga lusin pakaian dalam laki-laki.” kata Yudhi.

“Barang-barang ini berasal dari anggota dan senior GMKI dan disalurkan langsung kepada keluarga korban yang tersebar di beberapa tempat sekitar dermaga Tigaras.” kata Yudhi.

Bersama Tim Relawan GMKI, Basarnas pada Rabu (28/06) kemarin menemukan Kapal Motor (KM) Sinar Bangun dan Para Korban pada kedalaman 450 meter.

“Saat ini sedang diupayakan proses evakuasi kapal dan korban, namun karena lokasi kapal yang berada di kedalaman 450 meter, dibutuhkan alat pengangkat yang harus dibawa dari luar Sumatera Utara,” tambah Yudhi.

Salah satu fungsionaris Pengurus Pusat GMKI itu menjelaskan, saat ini beberapa keluarga korbab sudah pulang dan menunggu info lebih lanjut dan akan segera datang jika sudah dilakukan evakuasi. “Karena selama 10 hari menunggu kepastian, ada keluarga korban yang sudah jatuh sakit.” jelas Yudhi.

Baca juga :  Kapolsek Kiaracondong Polrestabes Bandung Pantau Langsung Pelaksanaan Pengaturan Arus Lalu Lintas Pagi

“Namun sebagian besar masih di Tigaras dan menunggu kepastian evakuasi. Mereka berharap cemas untuk bisa melihat keluarga mereka yang menjadi korban untuk terakhir kalinya,” lanjut Yudhi.

Senada, Koordinator Tim Posko GMKI, Martin Siahaan juga berharap, pemerintah dapat memperpanjang kembali proses evakuasi sampai 5 atau 7 hari kedepan.

“Keluarga korban dan relawan GMKI berharap pemerintah dapat memperpanjang kembali proses evakuasi ini sampai 5-7 hari ke depan hingga proses evakuasi kapal dan korban dapat dilakukan,” tambah Martin. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru