oleh

Cerita Tim Relawan GMKI, Saat Terlibat Pencarian Korban KM Sinar Bangun

KICAUNEWS.COM – Tiga hari pasca tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, terdapat kabar yang simpang siur soal keadaan keluarga korban yang menanti di Dermaga Tigaras, Sumatera Utara.

Dalam merespon hal tersebut, Pengurus Pusat GMKI terus melakukan koordinaai dengan beberapa orang anggota GMKI, yang ada di Tigaras, untuk melakukan observasi dan pemantauan.

Demikian hal itu diutarakan Koordinator Posko Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia atau GMKI, Martin Siahaan, sabtu (30/06) dalam keterangan tertulis, yang diterima redaksi dalam pesan singkat.

“Tanggal 22 Juni, Pengurus Pusat GMKI memutuskan untuk membentuk Posko dan Tim Relawan yang akan berada di lapangan hingga seluruh proses pengangkatan kapal selesai dilakukan atau operasi pencarian dihentikan.” kata Martin.

Pada Sabtu 23 Juni 2018, lanjut Martin, sebanyak 20 orang tim relawan GMKI yang berasal dari GMKI cabang Medan, Pematang Siantar Simalungun, dan Bengkulu tiba, dan langsung mendirikan Posko.

“Selama berada di Tigaras, relawan GMKI melakukan aktifitas di dapur umum untuk membantu personil TNI dan Dinas Sosial Kabupaten Simalungun.” kata Martin.

Tugas para relawan GMKI, sambung Martin, adalah mempersiapkan konsumsi bagi para personil gabungan Pertolongan dan Pencarian Korban Kapal Sinar Bangun dan keluarga korban.

Menurut Martin, selain di dapur umum, relawan yang lainnya membaur dengan keluarga korban yang bertahan di dermaga Tigaras.

“Sebagai catatan, tidak semua keluarga korban yang bertahan di dermaga Tigaras, ada yang bertahan di rumah-rumah warga, Mesjid dan Hotel/penginapan.” kata Martin.

Kegiatan Tim Relawan GMKI

Selain aktifitas sosial, ‘Trauma Healing’, kata Martin, lebih banyak dilakukan di malam hari. Hal ini dikarenakan sepanjang pagi hingga sore menjelang malam, keluarga korban terkonsentrasi di dermaga, untuk menunggu perkembangan terbaru dari tim pencari dan penolong yang terus bekerja.

Baca juga :  Maknai Lebaran, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Sapa Warga dan Open House

“Relawan GMKI juga menyalurkan 38 helai selimut, 40 helai tikar plastik kecil, 50 pasang kaos kaki, lima lusin pakaian dalam perempuan, dan tiga lusin pakaian dalam laki-laki.” kata Martin.

“Barang-barang ini disalurkan langsung kepada keluarga korban yang tersebar di beberapa tempat sekitar dermaga Tigaras.” lanjut Martin. Pada hari Rabu, 28 Juni 2018, Basarnas telah menemukan KM Sinar Bangun dan para korban di kedalaman 450 meter.

“Saat ini sedang diupayakan proses evakuasi kapal dan korban, namun karena lokasi kapal yang berada di kedalaman 450 meter, dibutuhkan alat pengangkat yang harus dibawa dari luar Sumatera Utara.” tambah Martin.

Menurut Laporan Martin dalam keterangan tertulis, beberapa keluarga korban sudah pulang dan menunggu info lebih lanjut dan akan segera datang jika sudah dilakukan evakuasi. “Karena selama 10 hari menunggu kepastian, ada keluarga korban yang sudah jatuh sakit.” kata Martin.

Namun sebagian besar, lanjut Martin, masih di Tigaras dan menunggu kepastian evakuasi. Mereka berharap cemas untuk bisa melihat keluarga mereka yang menjadi korban untuk terakhir kalinya. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru