oleh

Sosok Calon dan Salah Strategi, Jadi Faktor Kekalahan PDIP di Pilkada

 

KICAUNEWS.COM – Kekalahan PDI Perjuangan dalam Pilkada 2018 di 5 Provinsi versi Quick Count, disebabkan karena sosok ketokohan calon yang diusung dan strategi yang politik yang salah.

Hal itu diakui Sekertaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari dalam keterangan tertulis.

“Mungkin karena ketokohan yang nggak pas, strategi kampanye yang nggak pas, tapi ini by case ya,” kata Eva Kusuma Sundari.

Meskipun demikian, partai berlambang kepala Banteng ini tidak risau dan punya analisa sendiri terkait kekalahannya.

Sekalipun begitu, Eva menegaskan, sampai saat ini PDI Perjuangan masih tetap mengawal data manual hasil pengitungan suara di Komisi Pemilihan Umum.

“PDIP itu kan lagi mengawal tentang data manual ya. Nah kalau data manual itu lambat sekali. Jadi kalau versi quick count memang seperti itu ya (kalah di 11 pilgub), tadi aku lihat juga di analisa beberapa media,” kata Eva.

Terpisah, Direktur Riset Lembaga Survei, Saiful Mujani Reasearch and Consulting (SMRC),  Deni Irvan mengatakan, ada beberapa faktor kenapa PDI Perjuangan mengalami kekalahan dalam Pilkada.

Ia membeberkan, salah satu faktor diantaranya, soal tokoh calon yang diusung. Menurut Deni, sebagai partai pemenang Pemilu 2014, ada kemungkinan calon yang diusung PDIP di Pilkada kurang positif.

“Pilkada ini lebih ke pertarungan tokoh dan bukan partai, jadi orang lebih melihat tokohnya. Lagi-lagi ini belum mencerminkan elektabiliatas partai di 2019 tetapi karena calon dari PDIP mungkin kurang dianggap positif maka bisa kalah,” kata Deni.

Hal itu pun, lanjut Deni, tidak hanya terjadi untuk pasangan PDI Perjuangan, tetapi juga dialami oleh Partai Gerindra pada Pilkada 2018 itu.

Informasi, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan, adalah 5 diantara 11 provinsi, yang tak dimenangkan PDI Perjuangan. (Haji Merah).

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru