oleh

Pengamat: Kotak Kosong Berpotensi Menang di 3 Daerah Provinsi Banten

KICAUNEWS.COM – Pengamat politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan, calon tunggal di Pilkada 2018 di Banten berpotensi besar menang melawan kotak kosong. Namun, kemenangan tersebut diikuti oleh partisipasi masyarakat yang rendah.

Hal itu, menurut Ray, disebabkan karena, psikologi pemilih saat ini, jika tidak suka dengan pasangan calon maka mereka tidak datang ke TPS. “Psikologi pemilih kita itu, kalau dia tidak suka, tidak minat, tidak tertarik. Dia tidak datang ke TPS,” kata Ray.

Lebih lanjut, Ray mengungkapkan, adanya calon tunggal dalam Pilkada, dapat berpotensi pada tingginya angka golput, yang nantinya mengancam pada angka partisipasi pemilih serta berdampak pada calon tunggal tersebut.

Mereka, kata Ray, diharuskan undang-undang untuk menang melawan kotak kosong dengan mendapat suara 50 persen plus satu. Namun, sambung Ray, jika tidak ada pemilih yang datang ke TPS, maka tidak ada yang akan mencoblos kotak kosong untuk mengalahkan si calon tunggal.

“Jadi potensi menangnya tinggi, partisipasinya rendah,” sambung Pengamat Politik itu.

Informasi, bila melihat data Pilgub Banten 2017, angka golput tinggi atau hampir 40 persen. Partisipasi pemilih hanya 62,78 persen atau jauh dari target 77 persen. Dari 7.732.644 warga berhak pilih di Pilgub Banten 2017, yang menggunakan hak pilihnya hanya 4.871.461 orang.

Terpisah, Ketua Divisi Sosialisasi, SDM, dan Partisipasi Masyarakat KPU Banten Eka Satyalaksmana mengakui, potensi golput pada Pilkada Serentak 2018 di Provinsi Banten sangat tinggi.

Meski demikian, KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota telah melakukan berbagai upaya dalam rangka sosialisasi agar para pemilih menggunakan hak pilihnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua KPU Banten Wahyul Furqon, pihaknya merasa optimistis, angka partisipasi pemilih bisa mencapai target 77,5 persen.

Baca juga :  Pengamat: Program Benyamin-Pilar Lebih Unggul, yang Lain Hanya Follower

“Ya kalau tidak tercapai, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Prinsipnya kita bekerja sesuai aturan dan sudah mengerahkan segala hal untuk mendorong partisipasi pemilih,” kata Furqon.

Ia juga menyinggung soal calon tunggal yang ada di tiga daerah Provinsi Banten. Ia mengakui, dalam aturan PKPU memang kemenangan kolom kosong harus 51 persen dari suara sah. “Kalau kotak kosong yang menang. Tahapannya akan diulang pada 2020,” kata Furqon. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru