oleh

Meski 2 Calon Gubernurnya Tumbang di Jawa, PDIP Tidak Pesimis

KICAUNEWS.COM – Meskipun tumbang di Jawa Barat dan Jawa Timur, PDI Perjuangan tak merasa pesimis melihat hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei. Hal itu disampaikan Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Seperti diketahui, semua lembaga survei di quick count menempatkan dua pasangan calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan, tidak unggul di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Politisi dari partai berlambang kepala banteng itu tak menampik, dalam demokrasi, menang kalah adalah hal biasa. “Tetapi, rekapitulasi sesungguhnya tetap berdasarkan perhitungan KPU,” kata Hasto, saat dimintai keterang di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jl. Diponegoro Jakarta Pusat.

Ia berujar, dalam Pilkada 2018, PDI Perjuangan sebagai partai pendukung pemerintah, telah secara maksimal mengusung calon-calon kepala daerah terbaiknya. Hasto mencontohkan, misalnya di Jawa Timur, ada Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Hal itu pun, kata Hasto, berdasarkan rekomendasi dari para kiai-kiai dan tokoh-tokoh Nahdliyin di Jawa Timur. Seperti diketahui, berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survei, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur kalah tipis dibandingkan pasangan Khofifah Indar Parawansa- Emil Dardak.

“Kalau melihat quick count kan ada yang mengatakan perbedaan antara 6 sampai 2 persen, ada satu persen. Kita tunggu hasil perhitungan KPU saja” jelas Hasto.

Sementara itu, untuk di Jawa Barat, sambung Hasto, PDI Perjuangan juga mengusung TB Hasanuddin-Anton Charliyan, hal itu didasarkan pada proses konsolidasi kepartaian.

Sekalipun tidak unggul, Hasto menambahkan, Parpol berlambang Kepala Banteng itu juga, tidak merasa kecewa. “Kami punya pertimbangan-pertimbangan internal mengusung calon,” sambung Hasto.

Berbeda dengan di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin pasangan yang diusung PDI Perjuangan, berdasarkan hasil hitung cepat, unggul.

Baca juga :  Ada Kebuntuan Politik di Pilkada Jateng 2018, Budi Waseso Jadi Sosok Alternatif

Menurut Hasto, keunggulan itu menunjukan soliditas, seluruh basis PDI Perjuangan di kandang Jawa Tengah, yang identik disebut sebagai kandang banteng. “Ini akan terus kami jaga. Sebab apapun hasil quick count itu, yang menentukan adalah KPU,” kata Hasto. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru