oleh

KPU: Jika Kolom Kosong Menang Pilkada, Mendagri Turunkan Pejabat Sementara

KICAUNEWS.COM – Aturan tentang perolehan suara pada daerah pemilihan yang hanya memiliki calon tunggal, di Pilkada 2018, telah ada dalam Peraturan KPU. Hal demikian dikatakan Komisioner Komisi Pemilihan Umun, Evi Novida saat dimintai keterangan Jurnalis lewat pesan singkat.

Hal itu juga, kata Eva, termasuk bila kotak suara kosong, mendapatkan lebih banyak suara dari pasangan calon tunggal dalam Pilkada ini.

“Apabila perolehan suara pada kolom kosong lebih banyak dari perolehan suara pada kolom foto pasangan calon, maka KPU daerah akan menetapkan pemilihan kembali pada pilkada serentak periode berikutnya,” kata Evi.

Seperti diketahui, Kolom kosong yang unggul dari calon tunggal terjadi dalam Pilkada 2018 di Makassar. Hal itu berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan Celebes Research Center.

Kolom Kosong untuk, berdasarkan hitung cepat, unggul dengan suara 52,89 persen. Sedangkan, pasangan calon tunggal di kota tersebut, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi meraup 47,14 persen dengan data yang masuk 36 persen dan partisipasi pemilih 60 persen.

Menurut Evi, hal semacam itu telah diatur dalam Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2018, berbunyi, penetapan pemilihan ulang jika suara kolom kosong lebih banyak, maka dapat dilaksanakan di tahun berikutnya.

“Atau dilaksanakan sebagaimana jadwal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkap Evi.

Evi menuturkan kekosongan ini akan diisi oleh pejabat yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri. “KPU daerah akan berkoordinasi dengan kementerian yang membidangi urusan dalam negeri untuk penugasan pejabat gubernur, bupati, atau walikota,” kata dia. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru