oleh

Kalah Versi Quick Count, PDIP Akan Tetap Kawal Data Manual Pilkada

 

KICAUNEWS.COM – PDI Perjuangan dalam Pilkada 2018 ini, kalah di 11 Provinsi versi hitung cepat yang dilakukan semua lembaga survei. Meskipun demikian, partai berlambang kepala Banteng ini tidak risau dan punya analisa sendiri terkait kekalahannya.

Hal itu katakan Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, saat ditanya Jurnalis.

“PDIP itu kan lagi mengawal tentang data manual ya. Nah kalau data manual itu lambat sekali. Jadi kalau versi quick count memang seperti itu ya (kalah di 11 pilgub), tadi aku lihat juga di analisa beberapa media,” kata Eva.

Seperti diketahui, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan, adalah 5 diantara 11 provinsi, yang tak dimenangkan PDI Perjuangan.

Eva menilai, kekalahan PDI Perjuangan di 5 Provinsi itu disebabkan karena faktor ketokohan calon, yang diusungnya, sehingga berdampak pada popularitas, dan hal itu, kata Eva, menjadi penyebab utama.

“Mungkin karena ketokohan yang nggak pas, strategi kampanye yang nggak pas, tapi ini by case ya,” kata Eva Kusuma Sundari.

Menurut Politisi Perempuan dari Partai Kepala Banteng itu, kekalahan PDI Perjuangan di beberapa Provinsi, tak bisa disebut sebagai kelemahan PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu 2014.

Ia menjelaskan, ada beberapa wilayah yang memang bukan basis PDIP. Meski begitu, hasil Pilgub 2018 di wilayah tersebut dianggap Eva, cukup baik sebab mereka (kader PDIP) tak punya basis massa tetap.

“Kayak di Jabar, yang kita kalah itu kan bukan daerah kita. Pilgub selalu kalah ya di Jatim. Jadi bukan kemudian ada orang yang menyimpulkan, ‘tuh lihat PDIP calonnya rontok semua’. Ndak bisa seperti itu karena di Jatim itu kan daerahnya NU,” kata Eva.

Baca juga :  Gencarkan Kordinasi, Pjs Gubernur Papua Silaturahmi dengan Forkopimda Jelang Pilkada Serentak 2018

“Bukan daerahnya PDIP tapi PDIP bisa ngangkat segitu artinya kan lumayan kan, bagus dan itu saya yakin nanti kerja di pileg membaik, termasuk di Sumatera,” sambung Eva. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru