oleh

Memasuki Masa Tenang Pilkada, Ujaran Kebencian Masih Berpotensi Berhembus

JAKARTA, KICAUNEWS.COM -Masyarakat diminta tetap mewaspadai dan tak ikut serta menyebarkan ujaran kebencian pada saat, masa tenang Pilkada 2018. Hal itu diserukan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar.

“Itu yang paling sensitif sebenarnya, adalah ujaran kebencian yang bisa memancing-mancing suasana yang kami sudah antisipasi,” kata Bahtiar di Kantor Kemendagri Jakarta.

Bahtiar berpandangan, ujaran kebencian dan juga kabar hoax, dapat muncul kapan saja. Hal itu harus dihindari, sebab, lanjut Bahtiar, kondisi itu dapat memicu situasi tak kondusif, terutama pada saat masa tenang Pilkada 2018.

“Munculnya (ujaran kebencian) seketika, kadang-kadang tak bisa diprediksi,” kata Bahtiar.

Selain itu, Bahtiar juga memastikan, untuk seluruh staf kemendagri agar netral dan tidak membuat suasana tak kondusif.

Sambung Bahtiar, untuk masing-masing Parpol juga, harus segera menghimbau anggotanya di daerah, agar melakukan hal serupa. “Kami aparatur Kemendagri juga sudah memastikan aparat kami, kalau ada yang main-main kami tindak,” sambung Bahtiar.

“Mari kita lawan ujaran kebencian, tolak politik sara, dan lawan politik uang. Itu tiga hal juga yang selalu kami sampaikan kepada masyarakat,” kata Bahtiar.

Pilkada serentak 2018 akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Juni mendatang. Pilkada ini akan dilakukan di 171 daerah dengan rincian dari 34 provinsi di Indonesia. Ada 17 daerah di antaranya memilih gubernur, 39 kota memilih walikota, dan 115 kabupaten memilih bupati. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru