oleh

Kualitas Pendidikan Terus Ditingkatkan, Yappika: Pemerintah Jangan Cuma Naikan Anggaran

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Saat ini pemerintah terus berupaya, mengurangi angka putus sekolah dan terus meningkatkan mutu pendidikan. Hal itu dikatakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Thamrin Kasman, pada acara Talkshow Pendidikan Nasional.

“Untuk peningkatan kualitas ini, kita turun ke daerah. kita deteksi dulu apa kekurangan di sekolah. Entah itu sarananya, gurunya dan lainnya.” kata Thamrin Kasman.

Selain itu, Thamrin Kasman juga menambahkan, saat ini Kemendikbud juga terus memberikan bantuan kepada sekolah yang kekurangan, dan memberikan bantuan.

“Kita menyebut diagnosa sekolahnya, cari kekurangan baru kita bantu. Jangan sampai yang sudah maju tetap kita beri bantuan sementara yang kekurangan malah tidak”, tegas Kasman.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, dukungan masyarakat sipil sangat dibutuhkan.

Hal itu Ia sampaikan dalam acara
Talkshow Pendidikan Nasional bertajuk, ‘Memperkuat Partisipasi Masyarakat dalam Mewujudkan Pendidikan Dasar yang Inklusif dan Berkualitas di Indonesia’.

Pada acara itu juga, disambut dengan peluncuran program, ‘Promoting Civil Society-Ied Initiatives for Inclusive and Quality Education in Indonesia (PRO-INQLUED)’ di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“DPR yang punya fungsi pengawasan sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat sipil seperti Yappika ini, Kalau ada kebijakan disektor pendidikan harus ada perbedaan antara daerah dengan pusat.” kata Hetifah.

Senada, Direktur Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan kemitraan Masyarakat Indonesia (Yappika), Fransisca Fitri menambahkan, Yappika terus mendorong iklim belajar siswa yang nyaman agar orang tua siswa tidak khawatir kondisi anak saat di sekolah.

Fransisca juga meminta agar, pemerintah bisa memperhatikan kelayakan sarana fasilitas siswa yang ada di sekolah. “Dari riset kami di Bogor dan Serang, ada banyak sekolah yang gak punya toilet. Jadi siswa akhirnya ke semak-semak belakang sekolah. Ada juga yang pulang ke rumah karena ingin ke toilet,” kata Fransisca.

Baca juga :  Warga Minta Kepolisian Evaluasi dan Tingkatkan Operasi Cipkon Atasi Peredaran Miras di Kota Bekasi

Selain itu, Ia juga menambahkan, agar pemerintah untuk tidak hanya menambah anggaran pendidikan, tetapi juga melakukan pengelolaan anggaran dengan baik.

Sekedar informasi, Peluncuran PRO-INQLUED merupakan kerjasama Yappika dengan beberapa organisasi Co-Funded The European Union, Solud dari Kabupaten Bima, Yayasan Bahtera dari Sumba Barat dan Gemawan dari Sambas.

PRO-INQLUED itu merupakan program, yang bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pendidikan dasar yang bermutu dan bisa diakses oleh semua anak melalui penguatan partisipasi masyarakat. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru