oleh

Mendikbud: Pengangguran di Indonesia Didominasi Lulusan SMK

EDITORIAL, KICAUNEWS.COM -Rencana Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk membekali tenaga kerja terampil bukan melahirkan solusi yang baik. Hal itu sebaliknya, malah melahirkan ledakan pertumbuhan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin tidak produktif.

Menurut data yang diterangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyebutkan, saat ini ada sebanyak 13.900 SMK yang dikelola swasta dan 3.400 yang dikelola negeri, tidak diikuti dengan pertumbuhan yang berkualitas.

“Lulusan SMK banyak menganggur karena kualitasnya tak layak, kelihatan ideal, tapi malah ‘terlalu’ ideal karena hanya membangun, tidak disertai dengan kualitas yang baik,” kata Muhadjir Effendy, seperti dilansir redaksi dari tagar.

Menurut Effendy, hal itu disebabkan karena, kualitas SMK itu, tak sesuai. Sehingga, sambung Effendy, tidak sedikit lulusan SMK banyak yang menganggur, karena tidak layak diserap lapangan kerja.

Sebelumnya, kata Effendy, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, sebanyak 30%, lulusan SMK banyak yang menganggur. Sebabnya, mereka tak mampu bersaing di dunia kerja.

Secara nasional, sambung Effendy, pengangguran di Indonesia banyak disumbang, oleh mereka yang pernah mengenyam pendidikan di SMK. “Salah satu contoh adalah lulusan SMK di Jakarta.” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejak tahun 2017, tingkat lulusan SMK lebih banyak, dibandingkan lulusan pendidikan lainnya. Pada tahun 2017, lulusan SMK sebanyak 1.285.178 orang, dari data itu, BPS tidak menyebutkan berapa tenaga kerja lulusan SMK yang terserap, dan berapa yang menganggur.

“Untuk SMK paling tinggi di antara tingkat pendidikan lain. Yaitu sebesar 11,41 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto. (Haji Merah/tagar).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru