oleh

Kebebasan Pers di Indonesia Masih Terancam, Pemerintah Kemana ?

 

EDITORIAL, KICAUNEWS.COM –
Reporters Without Borders (RSF), selasa (24/04) kemarin, merilis Indeks Kebebasan Pers di Indonesia sama sekali tidak mengalami pergeseran yang lebih signifikan dari tahun lalu. Posisi kebebasan Pers di Indonesia, dalam Reporters Without Borders (RSF) tetap berada pada peringkat 124, dan posisi itu, tak lebih baik dari Timor Leste, peringkat 95, dan Afganistan peringkat 118.

Secara keseluruhan, skor yang dimiliki Indonesia, hanya membaik sebesar, 0,25% dibandingkan tahun lalu, pada angka 39,93. Dalam data itu disebutkan, salah satu ancaman kebebasan pers di Indonesia, adalah adanua intimidasi kelompok-kelompok radikal, terhadap gerak peliputan dan akses informasi bagi para jurnalis.

Sementara itu, berdasarkan data Aliansi Jurnalis Independen (AJI), pada periode Januari-Desember 2016, kasus pengusiran dan/atau pelarangan peliputan pada Jurnalis, menempati posisi kedua di bawah kekerasan fisik yang angkanya menembus dua kali lipat.

Peneliti Media dari Universitas Indonesia, Eriyanto menilai khawatir, ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia ini, dapat berdampak pada kualitas pemberitaan, yang juga berimplikasi pada penyampaian aspirasi masyarakat.

Apalagi, kata Eriyanto menambahkan, saat ini telah terjadi pergeseran ancaman kebebasan pers, yang pada Orde Baru dilakukan oleh pemerintah berpindah ke kelompok-kelompok masyarakat saat ini.

“Aksi tersebut mencerminkan masih kurangnya pemahaman di sebagian kelompok masyarakat terhadap arti penting kebebasan berpendapat sebagai bagian dari hak asasi manusia yang dijamin UUD 1945,” kata Peneliti Media, Eriyanto.

Diantara negara yang paling terburuk, dalam Indeks Kebebasan Pers tersebut, Reporters Without Borders (RSF) merilis, ada tiga negara yang posisi Indeks Kebebasan Persnya paling baik.

Dalam data itu disebutkan, tiga negara itu diantaranya Norwegia, Swedia, dan Belanda. Sementara itu, diantara Indeks Kebebasan Pers yang paling buruk berdasarkan Reporters Without Borders (RSF) sepanjang tahun 2018 disebutkan, diantaranya, Korea Utara, Eritrea, dan Turkmenistan.

Baca juga :  Anggota Dalmas Polres Indramayu Gelar Patroli Sambang dan Dialogis Antisipasi C3

Dari Indeks Kebebasan Pers itu, Reporters Without Borders (RSF) mencatat, ada sebanyak 20 jurnalis tewas, yang terdiri dari 14 jurnalis, empat jurnalis warga, dan dua pendamping jurnalis.

Sementara itu, kasus kekerasan pada Jurnalis di Indonesia, yang baru terjadi sepanjang tahun 2018 yaitu, adanya intimidasi yang dilakukan oleh kelompok radikal, terhadap kerja jurnalis yakni pada aksi unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI) di depan kantor Tempo, Jl. Palmerah Barat, Jakarta Barat, 16 Maret 2018.

Saat itu, FPI menuntut permohonan maaf dan pencabutan kartun bergambar seorang pria bersurban yang dianggap mirip dengan pimpinannya, Rizieq Shihab. (Haji Merah/tagar).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru