oleh

Sosialisasi UU No 7 2019, Danmenwa Jayakarta: Mahasiswa Harus Turut Sukseskan Pemilu

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Suksesnya Pesta demokrasi pada Pemilihan Legislatif serta Pemilihan Presiden 2019 tidak terlepas dari keterwakilan pemuda dan mahasiswa. Untuk itu, berbagai elemen pun mulai menunjukan keseriusannya dalam memberikan perhatian untuk turut mensukseskan pesta demokrasi lima tahun tersebut.

Seperti halnya Komando Resimen Mahasiswa (menwa) Jayakarta yang menaruh perhatian besar pada Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Mereka ingin seluruh anggotanya memiliki wawasan yang luas, agar dapat turut serta mensukeskan pesta demokrasi lima tahunan tersebut dengan menggelar seminar dan sosialisasi  Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang digelar di Kampus Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta, Pasar Minggu, Kamis (12/4)

“Generasi muda, khususnya para mahasiswa harus terlibat aktif dalam mensukseskan Pemilu 2019. Hal itu sebagai bentuk kecintaan kita pada Indonesia. Jangan sampai apatis dan mengabaikan pemilu yang merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin negeri ini di masa mendatang,” ujar Komandan Resimen Mahasiswa Jayakarta Raden Umar, dalam pidatonya di hadapan ratusan mahasiswa.

Lebih jauh Umar mengatakan, rasa kecintaan generasi muda pada negaranya yang cenderung menurun, harus dibangkitkan kembali. Hal itu dapat dilakukan, apabila setiap mahasiswa memiliki wawasan yang luas mengenal politik dan kebangsaan.

“Melalui seminar Undang-Undang Pemilu ini diharapkan rasa cinta tersebut dapat dipupuk lagi,” katanya.

Senada dengan Umar, Wakil Komandan Komando Nasional Menwa Indonesia, Erwi Al Jakartaty, mengapresiasi Menwa Jayakarta, yang telah berani mengambil sikap untuk turut serta mensukseskan Pemilu 2019. Menurutntya, Menwa sebagai mahasiswa memang harus mengerti perkembangan di wilayahnya masing-masing.

“Menwa mahasiswa dilatih semi militer dengan tujuan bela negara. Langkah Menwa Jayakarta yang berani menyelenggarakan kegiatan sosialisasi UU Nomor 7 ini sudah tepat, sebagai bentuk rasa cinta pada negaranya,” kata dia.

Sementara itu, Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa, Ahmad Riza Patria, mengungkapkan, Indonesia telah naik kelas dalam demokrasi, sejak pelaksanaan Pemilu 2004 silam. Karena sejak saat itu, pemimpin di tingkat nasional yakni presiden dan wakil presiden, serta pemimpin daerah dipilih secara langsung oleh rakyat. Saat itu banyak negara di dunia meragukan Indonesia yang terdiri dari beragam suku bengsa maupun menggelar pemilu langsung. Sehingga mereka mengirim NGO atau lembaga asing untuk datang melalukan pemantauan langsung proses pemilu di Indonesia.

“Ternyata Indonesia terbukti mampu, dan hingga saat ini kita akui sebagai negara salah satu negara demokrasi terbesar di dunia,” jelasnya.

Ariza yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menambahkan, kualitas pemilu mendatang sangat tergantung pada penyelenggara pemilu , seperti KPU dan Bawaslu. “Jika penyelenggaranya berintegritas, amanah , jujur , maka kualitas pemilunya akan baik. Namun jika penyelengaranya bermasalah, maka pemilu juga akan buruk,” tuturnya.

Untuk diketahui, turut hadir Ketua Sekolah Tinggi Perikanan Mochammad Heri Edy dan nara sumber yang dihadir, Kepala Sub Dit Fasilitas Lembaga Pemerintahan dan Perwakilan Kemendagri Dedi Taryadi, Ketua STP Mochammad Heri Edy, Komisioner KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos, serta Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi.

Sumber:  indopos

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru