oleh

DPR Wajibkan Parpol, Penuhi Kouta 30 Persen Untuk Perempuan 

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Peran perempuan dalam pentas politik, diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, saat menerima kunjungan Pengurus Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya, di Jakarta Pusat.

“Saat ini masih banyak kaum perempuan yang enggan terjun aktif di dunia politik. Padahal, peran serta kaum perempuan sangat kita butuhkan dalam menyukseskan pembangunan di Indonesia,” kata Bambang Soesatyo.

Seperti diketahui, pada pemilu 2014 lalu, persentase perempuan di DPR hanya mencapai 17,1 persen atau
sekitar 97 perempuan dari 560 anggota dewan.

Setelah adanya pergantian antar waktu (PAW) sampai awal tahun 2018, persentase perempuan di DPR hanya meningkat 1 persen, menjadi 18,3 persen, atau 102 dari 560 anggota DPR.

Politisi dari Partai Golkar yang biasa dipanggil Bamsoet itu menegaskan, saat ini DPR dan pemerintah, terus melalukan berbagai upaya dalam meningkatkan performa kesetaraan dan keadilan bagi perempuan Indonesia.

“Di jalur politik misalnya, sudah ada ketentuan UU No.2 Tahun 2008 yang mengharuskan partai politik menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 persen.” tegas Bamsoet.

Sambung Bamsoet, baik DPR maupun Pemerintah saat ini, telah merumuskan dan menerapkan berbagai strategi, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, bagi peningkatan peran kaum perempuan aktif di politik.

“Salah satunya dengan mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif,” tegas Ketua DPR RI Bamsoet. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru