oleh

Pilkada Serentak 2018, Semua Calon Harus Siap Kalah !

PENDAPAT, KICAUNEWS.COM – Pilkada yang serentak digelar pada Juni 2018 mendatang, dan pesta demokrasi lima tahunan ini juga menjadi agenda yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Indonesia. Dari banyaknya daerah yang menggelar Pilkada, tentu setiap daerah memiliki kondisi dan situasi yang harus diperbaiki.

Dalam momentum Pilkada 2018 ini, semua calon kepala daerah, harus benar-benar siap menang dan kalah. Bagimana pun itu adalah hasill, dan seemangat semacam ini, harus dijadikan contoh dan dilakukan calon kepala daerah dari mana pun dan siapa pun.

Kisruh pasca Pilkada di Indonesia, tidak sedikit banyak terjadi dan berujung ke Mahkamah Konstitusi. Penulis mencontohkan misalnya, pada tahun 2012 kemarin, di Kapubaten Tolikara yang berujung pada berjatuhannya korban jiwa. Pada tahun yang sama, kasus serupa juga terjadi di Papua. Persoalan ini sebenarnya terjadi disebabkan karena, semua pihak belum punya mental, untuk kalah.

Dalam kacamata Psikologis, kondisi-kondisi ini dikenal sebagai ‘atribusi’, yaitu melihat kecenderungan seseorang dalam menghadapi kemenangan atau kekalahan.

Teori ini menjelaskan, seseorang maupun kelompok yang mendapatkan kemenangan cenderung untuk melakukan ‘atribusi’. Sementara itu, bagi pihak yang kalah, cenderung untuk mencari-cari faktor yang menyebabkan kekalahan yang didapatkannya.

Di Indonesia, praktek politik seperti ini masih banyak terjadi. Tidak heran bila ada kisruh pasca Pilkada. Untuk dapat mengantisipasi hal itu, tidak hanya peran kepolisian yang harus menangani hal itu, namun juga yang lebih utama adalah para calon kepala daerah.

Dalam politik, persoalan kalah dan menang adalah hal yang biasa, oleh sebab itu, baik kemenangan maupun kekalahan, sejatinya harus disikapi secara wajar oleh setiap kalangan calon kepala daerah yang berkontestasi.

Selain itu, untuk dapat meredam kisruh-kisruh pasca Pilkada, maka seharusnya, kemenangan tidak harus selalu dirayakan dengan pesta euporia, apalagi merendahkan yang kalah. Momentum Pilkada, dalam hal ini bukanlah suatu tempat untuk
mengadu nasib, apalagi mencari keuntungan. (Tulisan ini telah diedit redaksi/Haji Merah).

Baca juga :  Mahasiswa Palangka Raya Dilecehkan Aparat, GMKI Jakarta Gruduk Mabes Polri

SULAIMAN RAHMAT
Penulis adalah Mahasiswa Lancang Kuning, Pekanbaru Riau.

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru