oleh

Remaja Santri Indonesia, Mendukung Kapolri Berantas Hoax

SUKABUMI, KICAUNEWS.COM – Arus teknologi informasi disatu sisi ternyata, membawa ekses yang negatif. Hal ini diperkuat setelah banyaknya berita palsu, yang beredar di dunia maya, hal itu disebut sebagai hoax.

Gejala hoax ini harus diberantas dan diberhentikan. Sebab jika tidak ditangani, kekacauan dan konflik horizontal akan terjadi. Hal itu disampaikan, Koordinator Remaja Santri Indonesia, Muhammad Alfan Zainul Millah.

Dalam acara Diskusi Nasional, dengan tajuk, ‘Santri Melawan Hoaks’, itu, Alfan Zainul Millah menjelaskan, digelarnya diskusi soal memerangi hoax itu, untuk membangun kesepahaman, bahwa memerangi dan melawan hoaks adalah ibadah.

“Menjaga jangan sampai terjadi kerusahan akibat hoaks sejalan dengan ajaran ushul fiqh yang diajarkan para ulama. Jadi kami para santri bukan saja jangan sampai jadi korban hoaks tetapi justru harus tampil di depan menjadi prajurit memerangi hoaks,” kata Alfian.

Senada, Dosen UIN Jakarta, Dr. Siti Napsiyah mengatakan, gerakan memerangi hoaks yang dilakukan oleh para dantri itu, sangat luar biasa. Bagaimanapun, kata Dr. Napsiyah mengatakan, mereka  adalah pengguna dan penikmat teknologi informasi. Tangan mereka tidak jauh dari gawai, internet.

“Jadi dengan membekali diri untuk bisa membedakan mana hoaks mana bukan atau bahkan aktif dalam gerakan memerangi hoaks, sesungguhnya mereka telah menyelamatkan generasinya dari dampak negatif internet,” kata Siti Napsiyah.

Tidak hanya itu, Pengamat Sosial itu juga menjelaskan, dengan terbentuknya semangat memerangi Hoax, sesungguhnya generasi muda ini telah menyelamatkan generasi bangsa dari dampak negatif internet.

“Jadi dengan membekali diri untuk bisa membedakan mana hoaks mana bukan atau bahkan aktif dalam gerakan memerangi hoaks, sesungguhnya mereka telah menyelamatkan generasinya dari dampak negatif internet,” jelasnya.

Mendukung Perangi Hoax

Di tempat yang sama, Koordinator kegiatan diskusi, Halimatussa’diah juga menambahkan, pihaknya akan terus menggelar diskusi itu, secara berseri, di berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Halimatussa’diah, para santri, baik yang mondok maupun yang santri kalong (tidak tinggal di asrama), yang bergabung dalam organisasi Remaja Santri Indonesia (RSI), telah bertekad mendukung gerakan ulama memerangi hoaks.

“Kami mendukung perang melawan hoaks yang diinisiasi Kapolri Jendral Tito Karnavian dan didukung para ulama. Jangan sampai generasi kami jadi korban dari hoaks dan ujaran kebencian,” tambah Halimatussa’diah. (Editor: Haji Merah).

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru