oleh

Melihat Ulang Komitmen Pemerintah, Terhadap Pembangunan Papua ?

PENDAPAT, KICAUNEWS.COM –Seperti tertera dalam kebijakan pemerintah Jokowi, pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini, tidak hanya terpusat di kota saja. Agenda pembangunan infrastruktur saat ini menyasar ke daerah-daerah pedalaman, salah satunya daerah Papua. Pembangun infrastruktur ini dilakukan pemerintah karena, dinilai dapat membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat.

Sebagai daerah yang punya sumber daya alam melimpah, rupanya tidak dapat menjawab persoalan di Papua itu sendiri. Jika melihat kehidupan masyarakat Papua saat ini, ada sebanyak 25%, masyarakat Papua yang saat ini, tarap kehidupannya masih berada pada garis kemiskinan. Dalam menjawab persoalan itu, pembangunan infrastruktur di Papua dapat melahirkan satu solusi.

Pemerintah saat ini memiliki target, akan menggalakan agenda pembangunan infrastruktur di Papua. Sebab bagaimana pun, pembangunan infrastruktur ini, merupakan satu agenda pemerataan pembangunan di Indonesia. Hal ini juga menjadi harapan dari masyarakat Indonesia. Pada era Pemerintahan Jokowi,  salah satu agenda prioritas, adalah rencana pembangunan jalan raya Trans Papua. Saat ini, Presiden Jokowi telah menganggarkan dana sebesar Rp. 85,7 triliun.

Pada tahun 2017 kemarin, Presiden kembali berbicara tentang, pentingnya program pembangunan, serta meminta kepada seluruh jajaran kabinetnya, agar mempercepat proses pembangunan infrastruktur di Papua. Meskipun dalam agenda ini, kebijakan Presiden Jokowi banyak yang menentang, konsistensi pemerintah dalam sektor pembangunan tetap digalakan. Saat ini, dalam internal pemerintahan Jokowi, telah dibentuk sebuah kelompok kerja bernama Pokja Papua.

Kelompok kerja itu dipimpin oleh Judith J. Dipodiputro, yang pakar dibidang humas. Pokja Papua ini, diberikan tugas untuk memastikan, masyarakat lokal supaya terlibat langsung, dalam agenda pembangunan pemerintah tersebut.
Infrastruktur yang dibangun itu meliputi, jalan raya, dan jembatan, yang bertujuan untuk memudahkan kehidupan masyarakat di perbatasan.

Baca juga :  Wujud Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, Kompi 3 Yon B Lakukan Patroli Sambang Ke Desa Gadog

Hal itulah kira-kira, yang menjadi tujuan pembangunan infrastruktur, kenapa harus di bagun di seluruh pelosok negeri. Papua dalam hal ini, menjadi salah satu daerah, yang diprioritaskan, karena pembanguban infrastrukturnya, sangat dibutuhkan.
Selain persoalan infrastruktur, dalam bidang pelayanan pendidikan dan kesehatan, Papua menjadi sorotan pemerintah untuk dibenahi.

Berdasarkan data riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Wilayah Papua, tidak cukup dengan pembangunan infrastruktur fisik saja. Dalam dua tahun kedepan,  Papua membutuhkan juga membutuhkan pembangunan infrastruktur sosial yang meliputi, peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, untuk kebijakan pemerintah soal penyamarataan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia, juga harus kembali dievaluasi.

Sebab dalam prakteknya, belum ada upaya monitoring kebijakan tersebut, pada wilayah setempat, yang hasilnya adalah, penurunan harga BBM hanya terjadi pada saat Presiden Jokowi berkunjung, setelah selesai kunjung harga BBM kembali naik. Sementara itu, berdasarkan penyampaian Asisten Deputi I Kemenko Polhukam, pemerintah saat ini, telah menjalankan berbagai program terkait pendidikan dan kesehatan. Pada bidang pendidikan, pemerintah telah mendirikan sekolah, yang sekaligus memiliki asrama. Ada pun tentang pembangunan di Papua, Presiden juga sempat menegur kelambanan kinerja pembangunan tersebut.

Dalam agenda pembangunan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan anggaran sebanyak, 85,7 triliun. Ada pun adanya kelambanan pembangunan itu, disebabkan karena, lembaga terkait masih membangun di tempat yang mudah dijangkau. Pemerintah menilai, agenda pemerataan pembangunan, diperlukan demi mewujudkan keadillan untuk rakyat Papua. Pembangunan infrastrukur jalan Trans Papua itu, akan menghubungkan dua provinsi diantaranya Provinsi Papua Barat.

Sebenarnya, jika kita tilik lebih dalam, pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 4.330,07 km itu, sudah dimulai sejak era pemerintahan B.J.Habibie, yang kemudian dilanjutkan, secara besar-besaran oleh Presiden Jokowi. Agenda pembangunan ini ditargetkan bisa selesai pada tahun 2019. Meskipun agenda pembangunan itu, saat ini belum dapat  terwujud, namun upaya pemerintah dalam membangun daerah-daerah tertinggal, diapresiasi oleh semua pihak. Mari dukung langkah pemerintah, dalam membangun infrastruktur yang baik untuk negeri tercinta ini. (Tulisan ini telah diedit Redaksi).

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Bojongloa Kaler Polrestabes Bandung Bagikan Masker Gratis Kepada Warga

ABNER KREI
Penulis Adalah, Mahasiswa Papua yang saat ini tinggal di Yogyakarta.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru