oleh

PAD Tangsel Besar Dengan Komposisi Investasi Tinggi Ternyata Masih Minim Perhatian Untuk Kelayakan Taraf Hidup.

TANGSEL, KICAUNEWS.COM – Situasional Kota Tangerang Selatan dengan jumlah PAD besar dengan komposisi investasi tinggi ternyata masih minim perhatian untuk kelayakan taraf hidup.

Hal tersebut diungkap secara langsung Ketua Umum Bamus Tangsel, tokoh pemuda Kelurahan Buaran, Julham Firdaus HM., saat melihat sekaligus prihatin dengan  kondisi tempat tinggal Ibu Namah yang akrab dipanggil Wak Among (80) warga Gang Kembang RT 01 RW 04 Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong Kota Tangsel, Minggu (1/4/2018).

Ketua Bamus Tangsel Julham Firdaus melihat alas tidur mak ewok

Padahal selama ini, terangnya, Ketua RW bersama masyarakat sekitar sudah berperan aktif mendorong bagaimana pemerintah bisa mendorong. Namun terbentur dengan aturan peraturan dan suatu persyaratan administrasi menjadi kendala.

Ketua Harian Partai Demokrat DPC Kota Tangsel ini berharap, peraturan dibuat untuk kemudahan akses bagi masyarakat.

“Peraturan dibuat untuk kemudahan akses syarat administrasi,” tuturnya.

Namun secara pemerintah dan legislatif yang ada di Tangsel seharusnya berdampingan dengan kebijakan. Kalau tidak ada kebijakan, ini berbahaya, kita akan hidup didalam suatu peraturan yang terikat dan baku.

Namun orang-orang kaya ke atas dan para pejabat di Tangsel dengan seenaknya membuat satu kebijakan secara golongan/kelompok mereka. Masyarakat yang mempunyai hak secara kelayakan sesuai PAD mustinya diperhatikan. Membayar pajak, sumbangsih dan kontribusi lain bagi pembangunan.

“Jadi peraturan yang saya dengar selama ini dengan diberlakukan persyaratan yaitu tidak mencukupi dan tidak lengkap secara kepemilikan tanah ini (rumah Wak Among), saya pikir ini bukan menjadi kendala. Hati nurani harus dipunyai pejabat pemkot maupun legislatif. Jangan membuat peraturan yang sifatnya harus tertulis saja, tapi peraturan secara kebijakan harus diambil sikapnya,” ujarnya.

Makanya, imbuh dia, kita Bamus Tangsel akan mendorong penuh secara lokal, secara manual, ingin meminta para pemangku kebijakan Kota Tangsel untuk melihat langsung. Jangan hanya menerima laporan secara lembaran kertas, menerima info dari staf-stafnya saja.

Baca juga :  [RENUNGAN] Oleh KH Yusuf Sholeh

Tapi sebagai pejabat diamanahkan secara masyarakat dan diamalkan oleh Allah SWT., harus mengambil sikap secara hati nurani sebagai manusia yang memanusiakan manusia.

“Kami Bamus Tangsel akan action, akan kami kawal ini kalau pemkot dan legislatif yang tidak pro kepada masyarakat kecil dan tidak mengambil kebijakan secara perasaan. Kami juga akan terus menggalang dana sosial, biar informasi sosial ini tidak membodohi masyarakat,” katanya.

“Ini harus diperhatikan,” tegasnya lagi.Ia pung mengingatkan kepada Ibu Walikota dan anggota dewan agar berkaca, bahwa kalian dipilih oleh masyarakat, sudah selayaknya harus pro masyarakat.

Jangan lihat sisi masyarakat dari tingkat perekonomiannya saja yang kalian tanggapi. Harusnya mereka ini yang menengah kebawah ini lebih diperhatikan.

“Jadilah manusia-manusia yang berperasaan,” pesannya. ( TRIS )

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru