oleh

Subsidi BBM Diselewengkan, HMI Tarbiyah Cabang Ciputat Desak Presiden Jokowi 

JAKARTA, KUCAUNEWS.COM – Migas bersubsidi saat ini masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan, hal ini disebabkan karena setiap ada perubahan soal volume konsumsi, kur rupiah maupun volume konsumsi akan mempengaruhi besaran pada subsidi.

Disisi lain, permasalah subsidi juga terjadi pada persoalan penyalur atau kouta agen. Berdasarkan hasil kajian Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat, saat ini tercatat ada 16 ribu agen Pertamina yang menyalurkan elpiji bersubsidi.

“Setiap agen itu bisa memperoleh keuntungan hingga Rp 1 miliar per tahun. Jadi, jika kuota dikurangi, mereka akan bereaksi, kalau kurang tabungnya ada yang teriak-teriak.” ujar Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat, Humaeni Rizqi, selasa (27/03) pada keterangan tertulisnya

Tidak hanya itu, Humaeni juga menambahkan, berdasarkan data Kementerian ESDM, volume subsidi elpiji setiap tahunnya selalu meningkat. Pada Tahun 2015 realisasi konsumsi elpiji 5,567 juta metrik ton (MT), lalu 2016 naik 8% menjai 6,005 juta MT. Kemudian tahun lalu, realisasi juga naik 5% hingga 6,305 juta MT.

Volume subsidi yang selalu naik tersebut, sambung Humaeni menegaskan, terjadi akibat pengawasan target pengguna subsidi Migas yang lemah. Untuk menanggulangi hal tersebut, kata Humaeni, pemerintah perlu membuat peraturan yang baku.

“Aturan ini penting, sebab selama ini sulit menindak penyelewengan penyaluran elpiji bersubsidi. Peraturan Presiden No104/2007, masih belum rinci, mengenai tindakan apa yang harus diambil oleh pemerintah, apabila terjadi penyelewengan.” kata Humaeni mempertanyakan.

Hal ini juga bukan hanya tejadi pada persoalan elpiji semata. Menurut Humaeni, penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) pun marak terjadi.

Subsidi BBM yang diperuntukan masyarakat ekonomi lemah, kata Humaeni, ternyata realisasi konsumsinya banyak digunakan oleh kendaran perusahan-perusahan, serta oleh pabrik-pabrik.

Baca juga :  Ketetapan Abdul Khalid Jadi Formateur HMI Cabang Ciputat, Dinilai Kadaluarsa

“Padahal, jika realisasi konsumsi subsidi MIGAS sesuai dengan sasaran, bisa dihitung bahwa harga MIGAS bisa turun.” tegas Humaeni Rizqi kepada Jurnalis dalam keterangan tertulisnya.

Untuk memberikan kesadaran kepada pemerintah, Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat, kata Humaeni menegaskan, meminta agar Presiden Jokowi fokus pada persoalan subsidi Migas.

Berikut ini adalah tuntutan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah Cabang Ciputat.

Pertama, Presiden Jokowi harus fokus pada masalah subsidi MIGAS bukan pemenangan Pilpres 2019.

Kedua, subsidi Migas untuk siapa?

Ketiga, turunkan harga migas.

Keempat, pemerintah harus membuat aturan untuk mempercepat aturan pengawasan subsidi Migas. (Haji Merah).

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru