oleh

Direktur Poldagri Kemendagri Beberkan Kekurangan dan Kelebihan Pilkada Langsung

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Pesta Demokrasi yang sebentar lagi diselenggarakan tinggal menghitung hari, dimana dalam pelaksanaan Pemilihan kepala daerah secara langsung masih memiliki sejumlah kekurangan dan kelebihan. Dimana diantaranya kekurangan ada di calon kepala daerah yang sangat rawan salah satunya disusupi oleh kepentingan modal.

Demikian dikatakan Direktur Politik Dalam Negeri pada Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri  Doktor Bahtiar dalam keterangan yang diperoleh dari Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, belum lama ini.

Dimana Para calon kepala daerah juga harus memiliki modal dana yang cukup besar untuk bisa menduduki kursi orang nomor satu di daerah pemilihannya.

Menurut Doktor Ilmu Pemerintahan ini, sejumlah kekurangan lain dari penyelenggaraan pilkada langsung adalah pemilih akan menjadi individualis dan materialistis. “Calon kepala daerah hanya mengandalkan ketokohan dan menafikan kemampuan memimpin organisasi yang kelak dibutuhkan saat terpilih menjadi kepala daerah,” Ujarnya.

Selain itu, kata bahtiar menambahkan, pilkada langsung berpotensi terjadinya konflik horizontal maupun vertikal antarbasis pendukung calon. Terlebih, apabila pemahaman politik rakyat di suatu daerah belum cukup matang.

“Penyelenggaran pilkada langsung juga kerap terjadi penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik itu dari anggaran bantuan sosial maupun pos anggaran lain oleh pejawat untuk kepentingan pribadi karena maju kembali bertarung dalam pilkada,” Katanya.

Lebih jauh dijelaskan bahtiar, Tak jarang daerah abai dalam mempersiapkan kebutuhan anggaran pilkada sehingga membuat daerah kebingungan saat menjelang dimulainya tahapan pelaksanaan pilkada.

Sementara kelebihan dari penyelenggaraan pilkada langsung, Kata Bahtiar, yakni membuat pemilih mengenal secara konkret calon kepala daerah yang bakal berlaga.

“Masyarakat pun bisa menikmati proses pemilihan dan mengetahui secara pasti visi misi dan program yang digembar-gemborkan calon kepala daerah.kepala daerah yang terpilih tentu akan merepresentasikan aspirasi dari masyarakat di daerah tersebut,” katanya.

Kelebihan lainnya, lanjut Bahtiar mengutarakan,  pilkada langsung juga menjadikan suara pemilih sangat berharga karena kepentingan rakyat atau pemilih bakal menjadi fokus perhatian terbesar bagi calon kepala daerah.

Pilkada langsung, sambung Bahtiar, terdapat legitimasi yang kuat terhadap kepala daerah terpilih.”Pemerintah daerah akan kuat dengan legitimasinya karena tidak mudah diguncang oleh DPRD,” katanya.

Menurut Bahtiar, pelaksanaan pilkada langsung bisa menjadi alat ukur partisipasi, pemahaman, serta pentingnya politik bagi masyarakat.

Selain itu, Kata Bahtiar, pemberdayagunaan sumber daya yang dimiliki calon kepala daerah bakal menjadi efektif. Pasalnya, keberadaan pihak ketiga akan tereliminasi karena calon kepala daerah langsung melakukan komunikasi dengan masyarakat pemilih.

Tak hanya itu, dalam Pilkada langsung, ketokohan seorang calon juga akan jadi daya tarik bagi calon pemilih ketimbang sepak terjang partai pengusungnya.”Artinya besar kecil parpol yang mengusungnya pada pelaksanaan pemilihan tidak berkorelasi kuat terhadap keberhasilan atau keterpilihan calon kepala daerah,” Pungkasnya.

Sumber: Antara

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru