oleh

Mitos Tentang Profesi Data Scientists Alias Ilmuwan

KICAUNews.com – Profesi data scientist atau ilmuwan data merupakan salah satu karier yang paling seksi seiring industri teknologi berkembang. Namun popularitasnya mengundang sejumlah mitos mengenai data scientist.

Ainun Najib, Head of Business Data Platform Grab, memaparkan setidaknya ada beberapa mitos seputar ilmuwan data yang ‘melegenda’.

“Mitos pertama adalah data scientist musti ada dalam bisnis,” ucap Ainun Najib.

Menurutnya, kebutuhan akan ilmuwan data belum diperlukan apabila pengambilan keputusan suatu organisasi belum berbasis data. Profesi data scientist kemudian jadi meroket lantaran entitas bisnis yang mencarinya begitu banyak kendati mekanisme kerja mereka belum sepenuhnya berbasis data.

Mitos berikutnya adalah mayoritas waktu yang dihabiskan ilmuwan data berkutat pada hal-hal sederhana. Dari pengalamannya, Ainun yakin ilmuwan data sebentar saja mengurusi algoritma dan hal-hal rumit lainnya. Padahal waktu mereka lebih banyak dicurahkan untuk mengeksplorasi data dan bersih-bersih data yang kurang valid.

Ainun menambahkan bahwa profesi ilmuwan data bukan pekerjaan sembarangan. Ia berpendapat ada mitos bahwa semua orang bisa menjadi ilmuwan data, padahal hanya mereka yang punya latar belakang relevan yang bisa berkarier di sana.

Sementara itu ada pula yang beranggapan bahwa untuk menjadi ilmuwan data harus punya titel akademik PhD. Ainun merasa tidak demikian. “Tidak perlu memiliki PhD untuk jadi data scientist,” ujarnya.

Istilah ilmuwan data saat ini sudah terlampau populer. Analisisnya adalah ketimpangan antara kebutuhan yang besar dengan ketersediaan yang minim.

“Dan ini terjadi tidak hanya di Indonesia tapi juga secara global,” jelas Ainun.

Sumber : cnnindonesia.com

Editor    : Adrian Pratama

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru