oleh

Kekerasan Pada Anak di Aceh Sepanjang Tahun 2017 Mencapai 752 Kasus.

Aceh, KICAUNews.com – Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Rumoh Putroe Aceh merilis Kabupaten Aceh Utara merupakan daerah yang paling rawan kekerasan terhadap anak. Kabupaten julukan petro dolar ini menduduki peringkat pertama kekerasan terhadap anak kurun waktu tahun 2016-2017.

Berdasarkan catatan P2TP2A, laporan kekerasan pada anak yang masuk mengalami penurunan. Tercatat 191 kasus terjadi pada 2016, sedangkan pada 2017 menjadi 106 kasus. Namun, P2TP2A Rumoh Putroe Aceh memperkirakan ada banyak kasus kekerasan lainnya yang tidak dilaporkan.

“Penurunan angka ini dipengaruhi oleh semakin membaiknya kinerja P2TP2A. Ini juga fungsi koordinasi sudah berjalan baik, sehingga banyak kasus yang bisa diselesaikan di daerah,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP dan PA) Aceh, Nevi Ariyani di Banda Aceh, Rabu (14/3).

Berdasarkan data yang dikeluarkan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, tercatat total kekerasan anak yang terjadi di Aceh sebanyak 754 kasus dalam kurun waktu 2016-2017.

Kabupaten Aceh Utara menduduki peringkat tertinggi kurung waktu 2016-2017 yaitu mencapai 123 kasus. Kemudian Banda Aceh menduduki peringkat kedua kekerasan terhadap anak dengan 94 kasus. Kemudian disusul kabupaten tetangga dengan Banda Aceh yaitu Kabupaten Aceh Besar sebanyak 81 kasus.

Sementara Kabupaten Bireuen peringkat empat dengan jumlah 69 kasus, lalu Pidie 57 kasus, Bener Meriah 52 kasus, Aceh Tengah 54 kasus dan Aceh Timur 35 kasus. Sedangkan kabupaten yang paling rendah terjadinya kekerasan terhadap anak adalah Aceh Singkil dengan 11 kasus.

“Kekerasan terhadap anak ini juga karena faktor kemiskinan,” tutup Nevi.

sumber : 86

editor : Kiel

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru