oleh

Dipecat Gubernur Karena Pungli, Begini Respon ILUNI Pada Kepsek SMKN 4 Tangerang

KOTA TANGERANG, KICAUNEWS.COM – Kepala sekolah SMKN 4 Tangerang, Kusdiharto dipecat Gubernur Banten Wahidin Halim, lantaran diduga melakukan pungutan liar dalam sektor pendidikan. Kusdiharto dipecat lantaran memungut sumbangan pembinaan pendidikan sebesar 250 ribu untul siswa tingkat X.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Pembina Ikatan Alumni (ILUNI) SMKN 4 Tangerang, Turidi Susanto menegaskan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak komite, di sekolah SMKN 4 Tangerang tidak ada pungli.
Namun Turidi tidak menyangkal adanya sumbangan dari orang tua siswa, yang kemudian dikelola pihak sekolah untuk membiayai guru-guru honotet yang mengajar di sekolah itu, namun belum menerima gaji.
“Harapan kami, pemerintah provinsi Banten, dalam hal ini pak Gubernur, bisa menjembatani teman-teman komite, agar para guru honorer di sekolah SMKN 4 Tangerang, bisa menerima gaji dengan layak,” tegas Turidi, saat dimintai keterangan Jurnalis, lewat sambungan telepon.
Menurut Turidi, terlibatnya kepala sekolah SMKN 4 Tangerang, tidak ada kaitannya dengan para alumni. Ia menjelaskan, dari ribuan alumni dan pengurus ILUNI STM 80/SMKN 4 Tangeranh, tidak berkaitan dengan permasalahan komite sekolah.
Meski begitu, Turidi merasa perihatin atas ramainya pemberitaan yang menimpa kepala sekolah SMKN 4 Tangerang Kusdiharto. “Itu urusan komite, tidak ada kaitannya antara komite dengan ILUNI, berdasarkan hasil rapat kemarin, urusan komite ya komite aja,” kata Turidi.
Pemerintah Provinsi Banten saat ini, tengah menggalakan program pendidikan gratis untuk SMA/SMK. Temuan adanya praktek pungutan liar itu, diketahui Gubernur Banten setelah mendapatkan informasi dari warga pada 18 Februari 2018 kemarin, dan Ia (Gubernur) langsung memerintahkan Inpekstorat untuk menindaklanjuti laporan warga tersebut.
Sebelumnya, Rabu (07/03) Ikatan Alumni (ILUNI) SMKN 4 Tangerang menggelar konferensi pers, di Jl. Veteran Babakan, Kecamatan Tangerang. Dalam konferensi pers itu, ILUNI menegaskan, persoalan komite sekolah, jelas diluar Alumni dan tidak ada kaitannya.
Wakil Ketua ILUNI SMKN 4 Tangerang, Adi Priyatna menambahkan, ILUNI dengan Komite Sekolah, jelas memiliki ruang lingkup yang berbeda. Menurut Adi, ILUNI merupakan ikatan internal sesama alumni, yang bertujuan untuk menjalim silaturahmi, dan melakukan kegiatan positif untuk komite, sambung Adi, mepakan internal antara komite, orang tua siswa dan sekolah.
“Jadi yang perlu digaris bawahi adalah, masalah komite itu diluar ILUNI, kebijakan-kebijakan komite, itu urusan mereka, sebab kami ini ILUNI, bukan komite,” kata Wakil Ketua Umum, Ikatan Alumni (ILUNI) SMKN 4 Tangerang, Adi Priyatna.
Adi berharap, urusan Ikatan Alumni dapat selesai sampai sini, dan tidak ada lagi berita yang mengaitkan persoalan pungutan liar, dengan alumni dan komite sekolah. “Kami harap urusan ILUNI ini selesai sampai disini, jangan ada lagi berita yang mengaitkan ILUNI dengan komite sekolah,” ujar Adi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wahidin Halim menjelaskan, Pemprov Banten sudah menganggarkan kebutuhan bantuan operasional sekolah daerah ditahun 2018. Selain menaikan tunjangan guru, Pemprov Banten juga menaikan tunjangan guru PNS dan honorer.
“Untuk honorer, kami sudah naikan 3 kali lipat, kalau sebelumnya jumlah anggaran yang diterima honorer hanya 25 ribu, sekarang menjadi 75 ribu per/jam,” ungkap Gubernur Banten, Wahidin Halim. (Haji Merah).

Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru