oleh

7 Poin Pertama Terkait Pandangan dan Sikap Pemuka Agama Tentang NKRI

Kicaunews.com – Hasil dari Musyawarah Besar antar pemuka agama di Jakarta (8-10/2) lalu menghasilkan 7 poin antara lain, Pertama, terkait dengan pandangan dan sikap pemuka agama tentang NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Kedua, Pandangan dan sikap tentang Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Ketiga, pandangan dan sikap tentang pemerintahan yang sah hasil pemilu demokratis berdasarkan konstitusi, Keempat, etika kerukunan. Kelima, penyiaran agama dan pendirian rumah ibadat. Keenam, solusi terhadap masalah intra agama. Dan yang terakhir rekomendasi terhadap faktor non agama yang mengganggu kerukunan.

Bertajuk “Rukun Bersama Kita Maju” maka, Senin (5/3) Kota Tangerang Selatan Banten mulai disosialisasikan melalui sarasehan, dan pembicara utamanya Prof. DR. Din Syamsuddin. Selain Walikota Airin Rachmi Diany, hadir pula tokoh pemuka agama maupun para tokoh pemerintahan, antara lain, Pendeta Dr Henriette Lebang Huta Barat selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Mayjend TNI Wisnu Bayu Tenaya selaku Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Prof Dr Philip K. Widjaya (Dewan Penyantun Perwakilan Umat Budha Indonesia, Romo Yosef Amirullah tokoh pemuka agama Khatolik, Uung Sendana perwakilan Khongucu, Dr. KH. AM. Romly selaku Ketua MUI Prov Banten, Letkol Inf MI.Gogor A.A selaku Dandim 0506/Tgr, H. Benyamin Davnie selaku Wakil Walikota Tangsel,  Drs. H. Muhammad selaku Sekda Tangsel, AKBP Heri Istu selaku Kepala BNN Tangsel, KH. Ahmad Saidih selaku Ketua MUI Tangsel, KH. Ahmad Dahlan selaku Ketua FKUB Tangsel, dan lain-lain.

Letkol Inf MI.Gogor A.A selaku Dandim 0506/Tangerang, seusai acara di halaman Pemkot Tangsel kepada wartawan mengaku gembira dan bahagia.

Kenapa saya sangat gembira dan bahagia?  bahwa seluruh pemuka agama kemarin sudah ada kesepakatan bersama dalam Mubes antara agama. Inilah yang menjadi pokok pegangan kita antara aparat Sipil di Pemerintah- TNI- Polri untuk lebih bisa menguatkan apa yang kita lakukan lagi untuk masyarakat. Sekarang ini toleransi antar umat beragama sudah pudar. “Maka dengan ini kita akan menggelorakan kembali semangat agar untuk bangun lagi kerukunan antar umat beragama,” ajaknya.

Baca juga :  Antisipasi Penyebaran Covid -19, Polsek Kerangkeng dan Kuwu Serta Tim Adakan Penyemprotan Cair Disinfektan di desa Dukuh Jati

Banyak kasus di Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang yang melakukan persekusi terhadap orang-orang yang satu keyakinan atau seagama gitu. padahal di Pancasila itu sendiri mengandung butir-butir saling menghormati peribadatan orang lain. Sekali lagi saya sangat gembira sekali dengan acara tema Rukun Bersama Kita Maju ini,” ujar Dandim

Himbauan juga ditekankan dalam dakwah, yakni diharapkan tidak hanya mendengungkan saja. Namun terapan pendidikan pelajaran agama itu juga ada agama lain. “Ajarkan pula kepada anak-anak bahwa ada agama lain di Indonesia ini dan perlu dihargai karena mereka sesama manusia, sebangsa dan se tanah air Indonesia.

Akidah tetap dilakukan namun sesuai ayat Lakum Dinnukum Walyadin Bagimu agamu bagiku agamaku, harus saling menghormati.

Jadi kita tidak perlu terlalu cepat mengambil kesimpulan, Banyak kejadian persekusi hanya didasari menyalahkan keyakinan orang lain. Menyitir pernyataan dari Pak Din tadi, kalau kita melihat suatu bangunan agama lain, Islam itu datang jangan lempar batu atau bakar api tapi, duduk dulu merenung sebentar kemudian pikirkan sebentar kemudian, “oh saya juga bisa bangun rumah ibadah seperti itu”.

Himbauan saya, hormatilah agama orang lain jangan main hakim sendiri yang nantinya berujung terganggunya stabilitas lingkungan atau wilayah sekitar,” pungkas Dandim (Sugeng/tris)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru