oleh

Kawal Pembentukan Relawan Jokowi, RII: KSP Melanggar UU

Jakarta, Kicaunews.com – Ramangsa Inspirasi Indonesia (RII) mempertanyakan terkait pernyataan politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai yang menyebut wacana Kantor Staf Presiden mengawal pembentukan organisasi relawan untuk mendukung pencalonan kembali Presiden Joko Widodo sebagai Capres periode 2019-2024 pada Pemilu 2019 nanti.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ramangsa Inspirasi Indonesia (RII) Maizal Alfian mengatakan, sangat bertentangan dengan UU Pemilu pasal 306 ayat 2, UU nomor 7 tahun 2017 ayat 2 Pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu, pelaksana kampanye, dan tim kampanye.

“Kok Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko monitor dan mengawal pembentukan Relawan Jokowi untuk Pilpres 2019? Jelas ini sudah melanggar dan bertentangan dengan UU. Apalagi disampaikan dalam komplek Istana,” ungkap Maizal Alfian kepada awak media, Kamis (1/3/2018).

Menurut mahasiswa Pasca Sarjana UMJ, walaupun Yorrys hanya membawa kalangan pekerja dalam kelompok SPSI. Tapi unsur KSP jangan ikut campur kalau ingin pak Jokowi bisa menjadi presiden kembali.

Tambahnya, menurut Pasal 4 ayat (13) Peraturan Pemerintah No 53, sudah ditegaskan pula PNS Dilarang memberikan dukungan kepada calon Presiden/Wakil Presiden dengan cara (b) mengadakan kegiatan yang mengarah kepada berpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilu sebelum, selama, dan sesudag masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.

“Ini sudah jelas banyak aturan yang dilanggar, KSP itu hanya bekerja untuk Presiden bukan untuk Calon Presiden,” tutupnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru