oleh

PB HMI Periode 2018/2020 Berpotensi Dualisme Kepengurusan

JAKARTA KICAUNEWS.COM
Dengan memperoleh 96 suara cabang, dalam kongres HMI Ke XXX di Ambon, Respiratori Saddam Al Jihad, resmi menjadi formateur/Ketua Umum Pengurus Besar HMI Periode 2018/2020. Pada saat yang bersamaan, dinamika kongres di Ambon pun dianggap final.

Meski demikian, jika kita melihat dinamika yang tengah terjadi dan berkembang, ada hal yang menarik yang patut kita lihat. Pertama, dari sekian banyaknya calon melakukan ‘Koalisi’, dalam istilah HMI ‘melipat atau dilipat’. Seperti prinsip demokrasi, ‘Koalisi’ mengisyaratkan adanya upaya chak and balance, bagi kekuasaan.

Dalam ‘Koalisi’ ada upaya melindungi, mempertahankan, dan juga membagi kekuasaan secara merata. Jika kita tarik dalam konteks Kongres di Ambon, maka upaya membagi, memotong kue kekuasaan sangat kental. Hal ini sah dan tidak dilarang dalam berpolitik.

Kedua, pada saat yang sama, agenda dua tahunan organisasi ini, berbarengan dengan hajat politik di Indonesia, yang sebentar lagi akan digelar, sebut saja Pilpres 2019. Jika kita baca lebih dalam, dalam kongres di Ambon, tidak sedikit kepentingan Pilpres 2019 masuk.

Kongres ke xxx ini, bisa disebut sebagai kongres yang beraroma Pilpres, kenapa begitu ?, hal ini disebabkan karena skala kongres dapat merubah konstalasi perpolitikan nasional, terutama arah Pilpres 2019.

Kongres HMI di Ambon, dibuka langsung oleh Presiden Jokowi, secara tersirat upaya mencari simpati dan konsolidasi Pilpres 2019 pun masif dan mencuat. Oleh karenanya, tidak heran jika sikap maupun keputusan HMI akan monoton dan mengikuti alur Istana.

Penulis dalam hal ini berani mengatakan bahwa, dalam kongres ke xxx di Ambon, intervensi Istana begitu kuat. Sebab bagaimana pun Istana harus mengamankan semua sektor sebagai langkah memuluskan kepentingan politi yang berskala besar. Sehingga dengan begitu, kongres HMI di Ambon, terkesan dipaksakan dan ditekan agar segera selesai dengan tepat waktu.

Baca juga :  Sidang Pleno I Usai, GMKI Siap Ciptakan Kader Nasional Yang Kompetetif

Sementara dinamika kongres masih belum selesai, dan pada akhirnya dipaksa selesai. Tidak salah jika kemudian, kemenangan Respiratori Saddam Al Jihad terdapat istilah ‘koalisi gemuk’. Sebab, kongres yang seharusnya menjadi ajang perbaikan organisasi, justru malah terbalik.

Dualisme Kepengurusan

Adanya koalisi gemuk, mungkin menjadi agenda utama Istana, untuk bisa mengotak atik Indepedensi HMI, terutama Independensi secara organisatoris. Disisi lain koalisi gemuk dalam kontestasi politik di PB HMI juga, dapat menjadi bomerang bagi HMI.

Dualisme kepengurusan dalam tubuh HMI dalam hal ini menjadi taruhan. Dengan begitu, dualisme menjadi perjalanan yang akan kembali terulang dalam tubuh Himpunan. Disadari atau tidak, Dualisme bukanlah hal yang baru dalam HMI.

Dalam dua periode kepengurusan kebelakang, fenomena dualisme kepengurusan terjadi, artinya ada dua ketua umum dan dua sekertaris jenderal dalam tubub PB HMI. Sebagai contoh, PB HMI Periode 2014/2016 yang saat itu dipimpin oleh Arief Rosyid. Sebelumnya, fenomena ini juga terjadi pada kepengurusan PB HMI Periode 2012 era Noer Fajriansyah.

Dari dua contoh yang dikemukakan oleh penulis sangatlah jelas bahwa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pernah memiliki preseden dualisme. Saat ini pun, PB HMI Periode 2018-2020 yang saat ini dipimpin oleh Respiratori Saddam Al Jihad  juga, bukan tidak mungkin akan terjadi dualisme kepengurusan.

Kondisi Umat

Oleh karenanya, Kepengurusan PB HMI saat ini harus tepat melakukan pembagian, agar PB HMI tidak kembali dualisme kepengurusan. Saddam Al Jihad harus mampuh memberikan solusi-solusi keumatan, terutama dalam merespon persoalan umat dan bangsa yang saat ini terjadi di Indonesia.

Era kepemimpinan Presiden Jokowi, memasuki era pembungkaman lewat aturan-aturan. Saat ini, tidak sedikit aturan yang bersifat mengekang kebebasan berpendapat, baik dari mulai Undang-Undang ITE, dihembuskannya isu ‘Hoax’ yang itu nantinya diarahkan pada persoalan ujaran kebencian dan juga isu sara.

Baca juga :  Aset Negara, PB HMI Minta Pemerintah Gunakan SDA Untuk Kepentingan Rakyat

Belum lagi, saat ini aturan kampus semakin dipersempit dan lidah mahasiswa juga dibungkam. Salah satunya adalah dengan Undang-Undang MD3 yang telah disahkan oleh DPR RI beberapa pekan lalu.

Upaya-upaya ini sangat masif dilakukan oleh pemerintahan Jokowi saat ini, bagaimana pun pemerintah menginginkan semuanya bungkam, terutama mahasiswa. Dengan dibuatnya berbagai aturan tersebut, maka pada saat mahasiswa kritis pasti dipolisikan, bahkan dianggap telah melanggar hukum.

Apa yang terjadi saat ini, sama halnya dengan kondisi orde baru, gaya kepemimpinan Jokowi tak lebih dari kepemimpinan orde baru, namun gaya kepemimpinan orang ini, lebih soft dan lembut. Dengan diciptakannya kondisi seperti saat ini, maka eksistensi organisasi Cipayung telah terpenjara, bahkan juga terkungkung.

Jika HMI tidak bisa keluar dari posisi itu, maka posisi HMI sebagai organisasi perjuangan, jelas telah kehilangan marwahnya. Pada saat yang sama, persoalan bangsa saat ini sudah gonjang-ganjing. Tidak sedikit persoalan yang dibuat oleh Jokowi merugikan masyarakat.

Dari mulai meroketnya utang negara, maraknya kepala daerah yang ditangkap KPK karena terlibat korupsi, belum lagi skandal besar yang menggurita, yaitu korupsi KTP Elektronik, bahkan yang paling terbaru adalah naiknya harga bahan bakan minyak non subsidi, serta persoalan stabilitas politik lainnya.

Harapan Kader

Disaat yang sama, HMI sibuk dan asyik dengan pertikaian internal, serta kuatnya intervensi senior dalam tubuh himpunan. Hal inilah yang membuat HMI tidak mampuh tampil memberikan solusi keumatan dan kebangsaan. Dengan ditetapkannya Saddam Al Jihad sebagai ketua umum PB HMI Periode 2018/2020.

Maka semua kader HMI se Nusantara berharap, Saddam Al Jihad mampuh membawa nama baik Himpunan, serta menjaga Himpunan. Bagaimana pun, HMI kedepannya harus memiliki arah yang jelas, terutama dalam arah konsepsi perkaderan dan konsepsi gerakan, dalam mengawal persoalan umat dan bangsa ini. (Redaksi).

Baca juga :  Makna Kemenangan
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments

Berita Terbaru