oleh

Dana Untuk Kampanye Pilkada Bekasi di Nilai Terlalu Besar Rp. 43 Miliar

BEKASI, KICAUNews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, membatasi dana kampanye pasangan calon di wilayah setempat maksimal sebesar Rp 43 miliar. Pengamat politik menilai dana sebanyak itu amat besar.

Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi menuturkan, dana kampanye bersumber dari sumbangan baik perorangan maupun badan hukum. Dana dimasukkan ke dalam rekening khusus kampanye masing-masing pasangan calon.

“Jika melebihi yang ditetapkan, kelebihan akan dimasukkan ke dalam kas negara,” jelas Ucu, Rabu (14/2/18).

Ia mengatakan, dana kampanye dibuat untuk kampanye masing-masing calon baik itu secara tertutup maupun terbuka. Adapun, jadwal kampanye terbuka dimulai 14 hari menjelang coblosan pada 27 Juni mendatang.

“Dana kampanye tidak dibolehkan mengadakan alat peraga, karena alat peraga KPU yang menyediakan dan menetapkan titik pemasangannya,” lanjutnya.

Pilkada di Kota Bekasi, diikuti dua pasangan calon. Nomor urut 1 yaitu inkumben Rahmat Effendi-Tri Adhianto yang diusung oleh Partai Golkar, Demokrat, Hanura, PPP, PAN, dan PKB. Sementara nomor urut 2 yaitu Nur Supriyanto-Adhy Firdaus yang didukung PKS dan Gerindra.

Pengamat Politik dari Universitas Islam ’45 Bekasi, Adi Susila menilai batas maksimal dana kampanye di Pilkada Kota Bekasi sangat besar. Karena itu, menurut dia, semakin menguatkan bahwa Pilkada itu mahal.

“Yang bisa nyalon yang punya uang atau politik dikuasai pemodal,” tutur Adi.

Sbr: Merdeka
Edtr: riyan

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru