Di Tangan Alumnus Monash University Australia, Kerjasama Indonesia-Swiss Bisa Ditingkatkan

0
Syukuran Alumnus Monash University Australia
Bagikan :

JAKARTA, KICAUNEWS.COM –Alumnus Monash University Australia sekaligus mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017, Prof Muliaman Hadad Phd kini menjabat sebagai Dubes RI untuk Negara Swiss.

Akan jabatan baru ini, Alumnus Monash University Australia menggelar syukuran di Rumah Kayu Torbangun kediaman Prof Rizal Damanik , Deputi Latbang BKKBN RI, kemarin Minggu (11/2/2018).

Muliaman menggantikan Linggawaty Hakim yang menjabat sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Konfederasi Swiss merangkap Keharyapatihan Liechtenstein sejak 11 Februari 2014 lalu.

Indonesia dianggap mitra penting oleh Swiss dan telah ditetapkan sebagai salah satu dari 7 mitra utama sejak 2009. “Saya akan mencoba meningkatkan kerjasama ekonomi, kesehatan, pendidikan dan ristek, serta kerjasama pelatihan keterampilan Indonesia-Swiss,” ujar Guru Besar Universitas Diponegoro ini.

Untuk diketahui, hubungan bilateral Indonesia-Swiss dimulai sejak 1952. Nilai perdagangan kedua negara dewasa ini mencapai US$ 761 juta dan Swiss merupakan investor ke-15 dengan 91 proyek investasi senilai sekitar US$ 150 juta.

Akan hal ini, salah satu alumni Monash University, Fachry Ali berharap agar a berharap agar Muliaman dapat menjalankan misi diplomatik menjaga hubungan baik dengan negara Swiss. Menurutnya, sebagai seorang ekonom, berharap juga agar Muliaman dapat membuka dan memperluas pasar perdagangan Indonesia di dunia internasional.

“Kehadiran Muliaman agar bisa menjadi jendela pemasaran yang efektif. Seiring dengan iklim ekonomi dalam negeri yang terus membaik, para Duta Besar juga bisa menarik investasi ke dalam negeri. Tak kalah penting, potensi pariwisata Indonesia juga harus dipromosikan secara maksimal,” jelas kolumnis senior ini.

Sebagai kolega saat kuliah Doktor di Australia, Rizal Damanik pun berharap agar Muliaman dapat meningkatkan kerjasama Indonesia swiss di bidang manajemen kesehatan keluarga, penanggulangan dan rehabilitasi pecandu narkoba, serta pengembangan laboratorium.

“Kerja sama ini sangat penting, mengingat fokus pemerintahan Jokowi-JK yaitu melakukan revolusi mental. Ke depan kerja sama dengan Swiss akan semakin membaik terkait ini. Kami para alumni siap bantu,” tutur Rizal. (Red)

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*