Deklarasi Anti Politik Uang dan Politisasi SARA Oleh Bawaslu, Ini Pernyataan Mendagri

0
Deklarasi Oleh Bawaslu (Dok Merdeka)
Bagikan :

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Mengantisipasi hal-hal yang akan menyelimuti pesta demokrasi pada pilkada serentak 2018 dan 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar deklarasi nasional menolak politik uang dan sentimen Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, pada sabtu (10/2/2018).

Dalam deklarasi yang di selenggarakan Bawaslu, Mendagri Tjahjo Kumolo pun ikut memberikan pernyataan pada acara tersebut.

Dimana dalam kesempatan tersebut Tjahjo Kumolo menyatakan, 1). Politik Uang dan Politisasi Sara adalah RACUN demokrasi 2). Politik Uang dan Politisasi Sara adalah Merusak Peradaban Demokrasi dan menghancurkan Sendi-sendi kehidupan Politik Kenegaraan yang bermartabat. 3) Untuk Politik Uang dan Politisasi Sara, Harus dan Wajib Kita Lawan Bersama.

Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Abhan menambahkan, Komitmen bersama ini menjadi kunci bagi kami semua untuk secara bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan SARA dalam kampanye.

Abhan menuturkan, partisipasi dan komitmen seluruh penyelenggara pemilu beserta seluruh parpol yang ikut dalam kontes Pilkada merupakan kunci mewujudkan Pilkada yang berintegritas.

“Tantangan proses demokrasi kita semakin lama semakin dinamis. Tantangan tersebut bisa datang dari berbagai pihak dan sangat mungkin mempengaruhi kualitas pelaksanaan Pilkada yang berintegritas,” Jelasnya.

Acara deklarasi juga dihadiri para Parpol  peserta pemilu diantaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hanura, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Turut hadir dalam deklarasi tersebut yakni Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. 

Untuk mengukuhkan komitmen melawan politik uang dan politisasi SARA dalam Pilkada Serentak 2018, seluruh perwakilan partai politik bersama-sama membacakan deklarasi.

Untuk diketahui dimana Isi deklarasinya, “Mengawal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, bupati-wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, tahun 2018 dari praktik politik uang dan politik SARA karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat. Tidak menggunakan politik uang dan SARA dalam mempengaruhi pilihan pemilih. Mengajak pemilih menentukan pilihan yang cerdas berdasarkan visi, misi, dan program kerja bukan berdasarkan politik uang dan SARA. Mendukung pengawasan dan penanganan terhadap politik uang dan politisasi SARA yang dilakukan pengawas pemilu. Tidak melakukan intimidasi, ujaran kebencian, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran praktik politik uang dan SARA.”

Usai pembacaan deklarasi, seluruh perwakilan partai politik juga membubuhkan cap telapak tangan di spanduk sebagai komitmen menolak politik uang dan SARA.

[RMOL]

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*