KJP Tidak Merata, Kantor Bank DKI Jakarta di Gruduk Mahasiswa

0
Bagikan :

 

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Mahasiswa yang tehimpun dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi, rabu (07/02) kemarin, menyambangi Bank DKI Pusat. Kedatangan mereka ke Jl. Juanda Jakarta Pusat tersebut karena adanya permasalahan soal penerimaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang saat ini terdapat masalah.

Puluhan mahasiswa yang datang tersebut, menggelar demonstrasi di depan gedung Bank DKI, dan dalam waktu yang sama juga orasi puluhan mahasiswa itu, disambut oleh manajemen Bank DKI Pusat.

Koordinator Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi, Yaser dalam orasinya mempertanyakan kinerja pihak manajemen Bank DKI tentang masih banyaknya peserta didik penerima KJP dari tahun 2015 tahap I sampai tahap II.

Selain itu, Yaser juga mempertanyakan mengenai peserta didik pada tahun 2016 dari tahap I sampai tahap II, yang saat ini belum mendapatkan buku tabungan. “Dalam klarifikasinya pihak Bank DKI menyatakan bahwa mereka sudah memberikan undangan kepada pihak wali murid peserta didik penerima KJP.” kata Yaser, Koordinator Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi, dalam keterangan tertulisnya.

Meski begitu, Yaser menegaskan, saat ini berdasarkan hasil investigasinya, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan KJP dan saat ini juga, masyarakat masih banyak yang melalukan pengaduan.

“Faktanya menurut masih banyak yang belum dapat dan itu bisa dibuktikan dari banyaknya pengaduan masyarakat yang belum menerima buku tabungan dan ATM.” tegas Yaser. Ia menambahkan, selain persoalan masih banyaknya yang belum mendapatkan KJP, pelayanan Bank DKI tentang Kartu Jakarta Pintar juga masih belum memenuhi standar kualitas pelayanan.

Menurut Yaser, hal itu terjadi karena, saat ini pelayanan tersebut masih belum memuaskan masyarakat penerima KJP.
“Contohnya disaat Bank DKI memberikan nomor pengaduan di 085695185571 sebagai nomor kontak komunikasi untuk mananyakan buku tabungan dan ATM, menurut masyarakat yang ditemui oleh KOMAR, nomor tersebut tidak membalas sms pengaduan dari masyarakat, atau kalaupun ada balasan itu bisa berminggu-minggu.” tambah Yaser.

Sebelumnya, Koordinator Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi, Yaser telah mengkonsolidasikan masyarakat yang saat ini belum menerima buku tabungan dan ATM untuk mengambil buku tabungan dan ATM ke Bank DKI.

“Hal tesebut sebagai inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat penerima KJP, yang belum mendapatkan Buku Tabungan dan ATM dari tahun 2015 dan 2016.” kata Yaser.

Seperti diketahui, Kartu Jakarta Pintar (KJP) adalah program unggulan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program ini dinilai menjadi program yang sukses dimata masyarakat, meskipun dalam perjalanannya masih mendapatkan gangguan-gangguan.

Suksesnya Program KJP yang diinisasi oleh Pak Joko Widodo yang sekarang sudah menjadi Presiden RI juga diikuti oleh penerusnya sekarang Anies Baswedan. Bahkan dimasa kampanye Anies Baswedan menambahakan kata Plus dalam program KJP. (Haji Merah).

Bagikan :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*